Kirim Artikel

Festival Kota Lama Semarang 2026: 10 Hari Pesta Budaya Heritage dengan Cahaya Lampion, Musik Jazz, dan Kuliner Otentik

SEMARANG – Festival Kota Lama Semarang 2026 akan kembali digelar selama 10 hari, dari 4 hingga 13 September 2026. Ajang tahunan yang sudah menjadi signature event Kota Semarang ini akan menyuguhkan perpaduan menarik antara heritage, seni, musik, dan kuliner, mengangkat kembali kejayaan Semarang sebagai kota kosmopolitan.

Kepala Disparbudpar Kota Semarang, Indriyasari, mengatakan bahwa Festival Kota Lama 2026 akan menjadi yang terbesar sepanjang sejarah penyelenggaraan. Konsep yang diangkat adalah “Heritage in Harmony” – merayakan harmoni antara masa lalu, masa kini, dan masa depan.

“Kota Lama adalah jantung sejarah Semarang. Festival ini adalah cara kami merayakan warisan itu sambil menjadikannya relevan untuk generasi masa kini,” ujar Indriyasari dalam konferensi pers di Oudetrap, Kamis (8/5/2026).

Festival Kota Lama 2026 akan digelar di sepanjang Jalan Letjen Soeprapto, Jalan Mpu Tantular, dan sekitarnya. Beberapa landmark heritage akan dijadikan panggung pertunjukan: Gereja Blenduk, Marabunta (Bangunan Marba), dan Gedung Jiwasraya.

Highlight Festival Kota Lama 2026

Festival tahun ini akan menyuguhkan banyak acara menarik yang sayang untuk dilewatkan:

  1. Festival Lampion Nusantara – Ribuan lampion warna-warni akan menghiasi sepanjang Jalan Kota Lama. Setiap lampion menceritakan sejarah atau budaya daerah di Indonesia. Puncak acara pada malam pembukaan (4 September) dengan parade lampion raksasa.
  1. Konser Jazz Kota Lama – Panggung jazz outdoor di depan Gereja Blenduk dengan lineup musisi jazz Indonesia: Indra Lesmana, Idang Rasjidi, dan beberapa musisi jazz lokal Semarang. Tiket masuk gratis untuk umum.
  1. Pasar Kuliner Heritage – Bazaar kuliner yang menyajikan makanan tradisional Semarang dan sekitarnya: lumpia, tahu petis, bakmi kopyok, nasi gudangan, dan jenang. Tersedia lebih dari 50 tenant kuliner.
  1. Fashion Show Batik Heritage – Peragaan busana batik dengan sentuhan modern, menampilkan karya desainer lokal dan nasional. Lokasi: Marabunta Building, dengan cahaya temaram yang romantis.
  1. Pameran Seni Instalasi – Seniman muda Semarang dan sekitarnya memamerkan karya instalasi yang mengangkat tema heritage. Ada 30 seniman yang terlibat.
  1. Workshop Heritage – Seri workshop gratis: membatik, membuat jamu, menulis aksara Jawa, dan fotografi heritage. Cocok untuk keluarga dan anak muda.
  1. Pertunjukan Wayang Orang – Pagelaran wayang orang dengan cerita-cerita klasik yang sudah jarang dipertunjukkan. Dilengkapi dengan gamelan lengkap.
  1. Heritage Walking Tour – Tur jalan kaki keliling Kota Lama dengan pemandu yang menjelaskan sejarah setiap bangunan. Ada 5 rute berbeda.
  1. Pameran Foto Heritage – Hasil jepretan fotografer profesional dan amatir yang menangkap keindahan Kota Lama dari berbagai angle.
  1. Pesta Kembang Api – Penutup festival pada 13 September malam dengan pesta kembang api spektakuler di langit Kota Lama.

Target Wisatawan dan Dampak Ekonomi

Festival Kota Lama 2026 menargetkan kunjungan 500.000 wisatawan selama 10 hari penyelenggaraan. Dari jumlah tersebut, 70 persen diharapkan adalah wisatawan domestik, dan 30 persen wisatawan mancanegara.

“Potensi ekonomi dari festival ini bisa mencapai Rp50 miliar. Mulai dari penginapan, kuliner, transport, hingga oleh-oleh,” jelas Indriyasari.

PHRI (Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia) Jateng sudah menyiapkan 5.000 kamar hotel di Semarang dan sekitarnya. Rata-rata harga naik 20-30 persen selama festival.

Okupansi hotel diprediksi mencapai 95-100 persen. Beberapa hotel di kawasan Kota Lama sudah fully booked 6 bulan sebelum acara.

Partisipasi Komunitas

Festival Kota Lama 2026 tidak hanya milik pemerintah, tapi juga milik komunitas. Beberapa komunitas yang sudah menyatakan keterlibatannya:

  • Komunitas Heritage Semarang – Memimpin heritage walking tour dan pameran foto
  • Komunitas Jazz Semarang – Menyiapkan lineup musisi jazz lokal
  • Komunitas Batik Semarang – Menyelenggarakan workshop membatik
  • Komunitas Kuliner Heritage – Mengelola pasar kuliner dengan menu-menu otentik
  • Komunitas Anak Muda Kreatif – Mengelola instalasi seni dan panggung musik akustik

“Semangat gotong royong ini yang membuat festival kami hidup dan autentik. Bukan hanya acara seremonial, tapi benar-benar milik warga,” ujar Indriyasari.

Persiapan Matang

Persiapan Festival Kota Lama 2026 sudah dimulai sejak awal tahun. Beberapa hal yang sudah disiapkan:

  1. Renovasi Bangunan – Beberapa bangunan heritage di Kota Lama sudah direnovasi, termasuk perbaikan atap, pengecatan ulang, dan penataan taman.
  1. Pencahayaan Artistik – Instalasi lampu LED artistik di sepanjang jalan Kota Lama, sehingga kawasan ini fotogenik di malam hari.
  1. Keamanan – Polrestabes Semarang menyiagakan 500 personel untuk pengamanan. Pengaturan lalu lintas juga akan disesuaikan.
  1. Kebersihan – DLH menyiapkan 100 petugas kebersihan khusus selama festival. Tempat sampah akan ditambah 3x lipat dari biasanya.
  1. Aksesibilitas – Jalur ramah difabel disiapkan. Tersedia juga shuttle bus dari beberapa titik parkir.

Penerapan Konsep Ramah Lingkungan

Festival Kota Lama 2026 akan menjadi event ramah lingkungan. Beberapa inisiatif yang diterapkan:

  • Tidak ada sedotan plastik. Tenant kuliner wajib menggunakan sedotan bambu atau stainless.
  • Kemasan makanan biodegradable. Dilarang menggunakan styrofoam.
  • Bank sampah keliling selama festival.
  • Penggunaan dekorasi yang bisa didaur ulang.
  • Panel surya untuk penerangan stand.

“Kami ingin Festival Kota Lama 2026 menjadi contoh event hijau. Pariwisata boleh maju, tapi lingkungan harus dijaga,” tegas Indriyasari.

Pendaftaran Tenant dan Relawan

Pendaftaran tenant untuk pasar kuliner, pameran, dan workshop sudah dibuka sejak Mei 2026 dan akan ditutup pada 30 Juni 2026. Tenant akan diseleksi dengan kriteria ketat: kualitas produk, orisinalitas, dan kemampuan memenuhi kuota selama festival.

Pendaftaran relawan juga dibuka, dengan kuota 200 orang. Relawan akan ditempatkan di berbagai posisi: pemandu wisata, dokumentasi, logistik, dan teknis.

“Relawan adalah ujung tombak festival. Kami seleksi yang terbaik, berikan pelatihan, dan akomodasi selama festival,” kata Indriyasari.

Dukungan Sponsor

Festival Kota Lama 2026 didukung oleh banyak sponsor: Bank Indonesia, Bank Jateng, Telkom, Garuda Indonesia, Aqua, dan beberapa perusahaan lokal. Total sponsorship mencapai Rp8 miliar.

“Kontribusi sponsor sangat berarti untuk kesuksesan festival. Kami pastikan setiap sponsor mendapat benefit yang proporsional,” jelas Indriyasari.

Tiket Masuk dan Akses

Festival Kota Lama 2026 sebagian besar acaranya gratis, kecuali konser jazz premium dan fashion show. Tiket konser jazz dijual mulai 1 Juli 2026 dengan harga Rp150.000 (regular) dan Rp350.000 (VIP).

Untuk tiket masuk Kota Lama, tidak ada tiket masuk kawasan. Wisatawan bisa bebas masuk dan menikmati suasana.

Apresiasi dari Tokoh Heritage

Pakar sejarah lokal, Prof. Dr. Purnomo Pujianto dari Undip, menyambut baik Festival Kota Lama 2026. “Ini adalah cara yang sangat baik untuk melestarikan warisan budaya. Tidak hanya dinikmati, tapi juga menghasilkan ekonomi,” ujarnya.

Kurator Museum Rekor Indonesia, Ratna Susanti, juga memberikan dukungan. “Festival ini sejalan dengan misi preservasi heritage. Semakin banyak orang yang peduli, semakin terjaga warisan kita,” katanya.

Harapan ke Depan

Festival Kota Lama 2026 diharapkan menjadi blueprint untuk event-event heritage di kota-kota lain. Semarang ingin menjadi model bagaimana sebuah kota bisa merayakan warisan masa lalu tanpa mengorbankan kebutuhan masa kini dan masa depan.

“Kami ingin Semarang menjadi benchmark city untuk pengelolaan heritage di Indonesia. Festival ini salah satu buktinya,” tegas Indriyasari.

Penutup

Festival Kota Lama Semarang 2026 adalah pesta budaya yang sayang untuk dilewatkan. Selama 10 hari, kita bisa menikmati heritage, seni, musik, dan kuliner dalam satu paket. Liburan sekolah September 2026? Sudah ada agenda: Kota Lama!

Ajak keluarga, teman, dan orang-orang terdekat untuk hadir. Jadikan Festival Kota Lama sebagai momen kebersamaan dan kebanggaan menjadi warga Semarang.

Pantau terus update di Instagram @disparbudpar_semarang dan @festival_kotalama. Tiket konser jazz akan segera dijual, jangan sampai kehabisan!

Sejarah Singkat Kota Lama

Kota Lama Semarang adalah kawasan seluas 31,3 hektar di pusat kota, yang dulu dikenal sebagai “Oudstadt” (kota tua) saat penjajahan Belanda. Kawasan ini berkembang pada abad ke-17 hingga ke-19 sebagai pusat perdagangan dan pemerintahan kolonial.

Bangunan-bangunan yang masih berdiri hingga sekarang adalah bukti kejayaan Semarang sebagai “Kota Komidi” atau “Kota Atlas”. Beberapa landmark penting:

  1. Gereja Blenduk – Gereja Protestan tertua di Indonesia, dibangun 1743. Kubahnya yang khas berwarna merah menjadi ikon Kota Lama.
  1. Lawang Sewu – Bangunan bersejarah yang dibangun 1904, dulunya kantor pusat perusahaan kereta api Belanda (NIS). Memiliki 928 pintu dan jendela.
  1. Tugu Muda – Monumen peringatan pertempuran 5 hari di Semarang pada 1945.
  1. Gedung Marabunta – Bangunan bergaya Art Deco yang menjadi landmark Kota Lama.
  1. Stasiun Tawang – Stasiun kereta api tertua di Indonesia yang masih aktif, dibangun 1914.
  1. Kota Lama Square – Area publik yang menjadi pusat aktivitas Kota Lama.

Konservasi dan Tantangan

Konservasi Kota Lama tidak mudah. Banyak bangunan yang sudah rusak, beralih fungsi, atau terbengkalai. Sejak 2020, pemkot menggulirkan program revitalisasi bertahap. Beberapa yang sudah dirampungkan: gereja-gereja heritage, beberapa gedung kosong, dan taman kota.

Tantangan utama konservasi: status kepemilikan (banyak milik swasta), biaya renovasi yang tinggi, dan perbedaan pandangan antara pelestarian dan modernisasi.

“Prinsip kami: konservasi bukan berarti membekukan, tapi menghidupkan kembali dengan cara yang relevan,” kata Plt Kepala Bappeda Semarang, Sutomo.

Peran Komunitas Heritage

Komunitas heritage punya peran vital dalam menjaga Kota Lama. Mereka adalah志愿者 (relawan) yang melakukan berbagai aktivitas:

  1. Heritage Walking Tour – Pemandu wisata heritage untuk wisatawan domestik dan mancanegara.
  1. Pembersihan Rutin – Kerja bakti membersihkan kawasan Kota Lama setiap Minggu pagi.
  1. Edukasi – Mengedukasi masyarakat dan wisatawan tentang sejarah Kota Lama.
  1. Riset – Melakukan riset sejarah dan mendokumentasikan bangunan-bangunan heritage.
  1. Advokasi – Mengadvokasi kebijakan yang mendukung pelestarian heritage.

Salah satu komunitas yang aktif adalah Semarang Heritage Society (SHS). Sudah 15 tahun mereka berkontribusi untuk Kota Lama.

Apresiasi Nasional dan Internasional

Kota Lama Semarang sudah diakui sebagai salah satu kawasan heritage terbaik di Indonesia. Pada 2023, beberapa bangunannya masuk dalam tentative list UNESCO World Heritage.

“Kami terus mengupayakan agar Kota Lama Semarang menjadi World Heritage resmi. Prosesnya panjang, tapi kami optimistis,” ujar Indriyasari.

Beberapa media internasional juga sudah meliput Kota Lama Semarang. National Geographic, BBC, dan CNN pernah membuat feature tentang keindahan Kota Lama.

Persiapan Menuju 5 Abad Kota Semarang

Kota Lama akan menjadi centerpiece dalam perayaan 5 abad (500 tahun) Kota Semarang pada 2047. Masterplan sudah disiapkan: renovasi menyeluruh, penambahan museum, dan pengembangan sebagai kawasan kreatif dan budaya.

“Kami ingin Kota Lama 2047 menjadi kawasan yang membanggakan, destinasi kelas dunia, dan simbol identitas Semarang,” tegas Agustina.

Penutup


Disusun oleh: Tim Redaksi YukTalk.id

Ikuti Instagram @yuk.talk untuk update berita terkini