Dikutip dari Kabarku – Komunitas EMPU menggandeng Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan (BBPOM) Kota Semarang dan Collabox Creative Hub menggelar pelatihan peningkatan kualitas produksi dan higienitas jamu bagi para ibu pedagang jamu gendong. Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya melestarikan budaya jamu tradisional sekaligus meningkatkan kualitas produk UMKM perempuan di Kota Semarang.
Pelatihan berlangsung di Collabox Creative Hub, Jalan Indraprasta, Semarang, dengan peserta yang terdiri dari 33 ibu pedagang jamu gendong dari berbagai kecamatan di Kota Semarang. Kegiatan ini menjadi titik awal pendampingan lanjutan agar para pedagang mampu memproduksi jamu yang benar-benar higienis dan layak konsumsi.
Tujuan Pelatihan
Koordinator Komunitas EMPU/The Soeratman Foundation, Leya Cattleya Soeratman, menjelaskan bahwa pelatihan ini digelar karena banyak pedagang jamu gendong yang belum pernah mendapatkan edukasi tentang cara membuat jamu secara higienis. “Kegiatan diikuti sebanyak 33 orang ibu pedagang jamu gendong yang selama ini belum pernah mendapatkan pelatihan tentang membuat jamu yang higienis,” kata Leya.
Menurut Leya, jumlah anggota Komunitas Jamu Gendong EMPU saat itu mencapai 323 orang, yang tersebar di berbagai kota, antara lain Jakarta, Tangerang, Semarang, Yogyakarta, Sragen, Sumenep Madura, Temanggung, Batu dan Malang di Jawa Timur, Ambon, Pulau Seram, dan Pulau Buru di Maluku, Palu di Sulawesi Tengah, hingga Denpasar, Bali.
Materi dari BBPOM
Pengawas Farmasi dan Makanan BBPOM Semarang, Agung Supriyanto, memberikan materi utama tentang sanitasi dan higienitas dalam pembuatan jamu. Agung mengingatkan, bahan baku jamu mengandung potensi pencemaran mikroba, terutama saat proses pemanenan dan produksi. “Perlu pemeliharaan kebersihan bahan, sarana, prasarana, dan peralatan yang digunakan saat pembuatan racikan jamu agar menghasilkan jamu yang bisa menyehatkan,” tegasnya.
Dalam sesi yang sama, Agung juga berbagi tips penyajian jamu yang sehat kepada pembeli, di antaranya tidak menuangkan jamu sambil berbicara karena bisa menularkan mikroba dari mulut, hidung, dan tenggorokan. Penyaji juga diminta untuk tidak menyentuh bibir gelas dengan tangan, sering mengganti air cucian gelas, dan tidak berhenti di tempat yang kotor saat melayani pembeli.
Pendampingan Berkelanjutan
Leya menegaskan, para anggota ibu jamu Komunitas EMPU akan mendapatkan pendampingan agar dapat meningkatkan kualitas dan higienitas jamunya. Tujuannya, melestarikan bisnis sekaligus budaya minum jamu di Indonesia. “Kami menyampaikan terima kasih kepada BBPOM Kota Semarang dan Collabox Creative Hub yang telah mendukung kegiatan Komunitas EMPU ini,” ujarnya.
Dengan pendampingan berkelanjutan, Komunitas EMPU berharap para pedagang jamu gendong tidak hanya mempertahankan mata pencahariannya, tetapi juga menghasilkan produk yang aman, sehat, dan mampu bersaing di pasar yang semakin sadar akan pentingnya higienitas.
Disusun oleh: Tim Redaksi YukTalk.id
Ikuti Instagram @yuk.talk untuk update berita terkini

