Kirim Artikel

KAI Daop 4 Semarang Ajak Komunitas Pecinta Kereta Napak Tilas Sejarah Perkeretaapian

Dikutip dari Ketaketik – PT Kereta Api Indonesia (Persero) Daerah Operasi 4 Semarang menggandeng komunitas Indonesian Railways Preservation Society (IRPS) Korwil Semarang, Kereta Anak Bangsa (KAB), Komunitas Cerita Kudus Kota, dan Lelana Walking Tour untuk napak tilas jejak perkeretaapian. Kegiatan yang berlangsung di Kota Kudus ini menjadi sarana menelusuri jalur dan aset kereta api yang pernah aktif di masa lalu.

Telusuri Jejak Rel Kudus

Pelaksanaan napak tilas di Kudus menjadi agenda tematik yang menyatukan empat komunitas dengan latar belakang berbeda. IRPS membawa misi pelestarian aset bersejarah, KAB menyoroti peran komunitas muda, sementara Komunitas Cerita Kudus Kota dan Lelana Walking Tour memberikan pendekatan narasi heritage walk di sepanjang jalur yang dilalui.

Ketua IRPS Korwil Semarang, Bachtiar Yosanto, menegaskan bahwa kegiatan ini memantik kepedulian terhadap pelestarian aset sejarah. Ia menyebut, “Banyak yang tidak tahu kalau dulu di sini ada jalur kereta api aktif, bahkan stasiun besar yang kini masih ada bekasnya.”

Komunitas Pecinta Kereta di Soloraya

Aktivitas napak tilas di Kudus menjadi bagian dari rangkaian agenda KAI Daop 4 Semarang bersama komunitas. Pada 10 Agustus 2025, IRPS Semarang dan KAI Daop 4 Semarang juga memperingati 158 tahun perkeretaapian Indonesia lewat napak tilas di Stasiun Tanggung, Kabupaten Grobogan, Jawa Tengah.

Direktur Utama PT KAI Bobby Rasyidin juga melakukan kunjungan kerja ke wilayah Daop 4 Semarang pada 12-13 Februari 2026 untuk meninjau kondisi jalur nonaktif relasi di wilayah kerja Daop 4. Kunjungan ini menjadi sinyal bahwa pelestarian jalur bersejarah masih menjadi perhatian manajemen KAI.

Pendekatan Heritage Walk

Berbeda dengan survei teknis, napak tilas bersama komunitas dilakukan dengan pendekatan heritage walk. Peserta menyusuri bekas rel, melihat sisa-sisa bangunan stasiun lama, dan mendengar paparan sejarah dari pemandu. Format ini membuat informasi tentang sejarah perkeretaapian Kudus yang sebelumnya kurang dikenal bisa tersampaikan ke generasi muda dengan cara yang lebih menarik.

Kolaborasi antara operator kereta api dan komunitas sipil seperti ini diharapkan menjadi model untuk kawasan lain di Jawa Tengah, sehingga aset jalur kereta nonaktif tidak hilang ditelan perkembangan kota, melainkan menjadi ruang edukasi publik yang inklusif.


Disusun oleh: Tim Redaksi YukTalk.id

Ikuti Instagram @yuk.talk untuk update berita terkini