Dikutip dari Merdeka – Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka meninjau langsung progres pembangunan Jalan Tol Semarang-Demak Seksi I di Semarang, Jawa Tengah, pada Minggu (15/2/2026). Proyek strategis nasional (PSN) ini ditargetkan rampung pada 2027 dan dirancang memiliki fungsi ganda sebagai jalan tol sekaligus tanggul laut raksasa (Giant Sea Wall).
Proyek Bernilai Rp 10,9 Triliun
Kepala Satuan Kerja (Satker) Pembangunan Jalan Tol Semarang-Demak, Wandi Saputra, menjelaskan bahwa paket proyek Seksi 1 terdiri dari tiga paket pekerjaan utama:
- Paket 1A (jalan tol): senilai Rp2,02 triliun
- Paket 1B (terintegrasi tanggul laut/Giant Sea Wall): senilai Rp6,84 triliun
- Paket 1C (Kolam Retensi Terboyo dan Sriwulan): senilai Rp2,11 triliun
“Jadi, nilai Rp10,9 triliun itu termasuk PPN dan terkontrak sejak tahun 2022 sampai selesai tahun 2027. Kalau nilai konstruksi sebesar Rp10,05 triliun,” jelas Wandi Saputra dikutip dari jatengprov.go.id.
Jalan tol ini memiliki panjang total 10,64 km, menghubungkan Kaligawe di Kota Semarang hingga Sayung di Kabupaten Demak. Proyek ini difungsikan sebagai pengendali rob dan banjir selain sebagai jalan tol, dilengkapi dengan sistem pengendali banjir seperti tanggul laut, rumah pompa, dan sejumlah kolam retensi.
Gibran Tekankan Fungsi Ganda
Dalam peninjauannya, Wapres Gibran menekankan agar tol tersebut tidak hanya berfungsi sebagai konektivitas antar wilayah, namun juga mampu mengendalikan banjir rob di kawasan Pantura.
“Ia menekankan agar tol tersebut tidak hanya sebagai konektivitas antar wilayah, namun juga bisa mengendalikan rob di kawasan Pantura,” dikutip dari BeritaJateng.
Proyek ini dirancang sebagai benteng perlindungan pesisir dari ancaman rob yang kian serius, bukan hanya soal mempercepat konektivitas wilayah. Struktur Giant Sea Wall terintegrasi dengan Kolam Retensi Terboyo dirancang melindungi sekitar 150.000 jiwa dari banjir rob tahunan di kawasan pesisir utara Jawa, serta melindungi 576 hektare lahan dari genangan air laut.
Memecah Kemacetan Parah
Tujuan utama pembangunan tol ini adalah memecah kemacetan parah di ruas jalan nasional Kaligawe-Sayung yang kerap terendam rob. Sebagai jalur nadi logistik Pulau Jawa, hambatan di titik ini seringkali memicu kerugian ekonomi yang besar akibat keterlambatan distribusi barang.
Dengan rampungnya tol ini, konektivitas antara Semarang dan Demak akan meningkat signifikan, memudahkan mobilitas barang dan manusia, sekaligus meningkatkan nilai ekonomis tanah di wilayah tersebut. Proyek juga membuka peluang untuk pengembangan kawasan baru.
Progres Pembangunan
Per data terbaru, progres konstruksi tercatat signifikan. Progress fisik proyek Tol Semarang-Demak Seksi 1 Kaligawe-Sayung sudah mencapai sekitar 42-44 persen. Rincian per seksi menunjukkan Seksi 1A berada di angka 63,75%, Seksi 1B (integrated sea wall) di 41,55%, dan Seksi 1C (kolam retensi) di 26%.
Dengan target operasional penuh pada 2027, proyek ini diharapkan menjadi solusi komprehensif bagi masalah rob yang telah lama menghantui warga pesisir Semarang dan Demak, sekaligus menjadi infrastruktur vital bagi pertumbuhan ekonomi kawasan Pantura Jawa Tengah.
Disusun oleh: Tim Redaksi YukTalk.id

