Reservoir Siranda Semarang diaktifkan kembali oleh PDAM Tirta Moedal Kota Semarang. Reservoir bersejarah yang telah berusia lebih dari satu abad ini diharapkan dapat memperkuat pasokan air bersih bagi masyarakat di kawasan pusat Kota Semarang.
Reservoir Siranda Semarang Berusia 100 Tahun
Reservoir Siranda merupakan salah satu warisan penting pelayanan air minum di Kota Semarang. Usianya yang sudah lebih dari 100 tahun menjadikannya sebagai saksi sejarah perkembangan infrastruktur air bersih di kota tersebut.
Direktur Utama PDAM Tirta Moedal Kota Semarang, Ady Setiawan, menjelaskan bahwa reaktivasi ini merupakan upaya menghargai jasa para pendahulu yang telah membangun fasilitas tersebut untuk melayani masyarakat.
“Reservoir Siranda merupakan salah satu warisan penting pelayanan air minum di Kota Semarang yang usianya sudah lebih dari satu abad. Kami ingin menghidupkan kembali semangat pelayanan dari para pendahulu yang telah membangun fasilitas ini,” ujar Ady dilansir Antara News, Jumat (12/6/2026).
Reservoir Siranda Semarang Tambah Pasokan 130 Liter per Detik
Dengan reaktivasi reservoir, PDAM Tirta Moedal berhasil menambah kapasitas pasokan air sebesar 130 liter per detik. Tambahan ini diharapkan dapat meningkatkan keandalan layanan air di kawasan pusat kota.
“Dengan tambahan debit sekitar 130 liter per detik ini, kami berharap keandalan layanan air di kawasan pusat kota semakin baik dan kebutuhan pelanggan dapat terpenuhi secara optimal,” tambah Ady.
Reservoir Siranda Semarang Melayani 30 Ribu Pelanggan
Reservoir Siranda melayani kebutuhan air bersih bagi 23.000 hingga 30.000 pelanggan di wilayah PDAM Semarang. Wilayah layanan meliputi Simpang Lima, Jalan Dr. Cipto, Seroja, Tegalwareng, Jalan Kartini, Sekayu, Jalan Pemuda, kawasan Loyola, dan Brumbungan.
Layanan ini mencakup sektor rumah tangga, kawasan bisnis, hotel, dan industri di pusat Kota Semarang.
Pasca Insiden Agustus 2025
Pengoperasian kembali Reservoir Siranda Semarang dilakukan setelah melalui serangkaian evaluasi dan perbaikan pasca ditemukannya jenazah di area reservoir pada Agustus 2025 lalu. PDAM melakukan pembersihan menyeluruh dan pengujian kualitas air melalui laboratorium berwenang dengan hasil air layak untuk didistribusikan kepada masyarakat.
Untuk mencegah terulangnya insiden, PDAM memperkuat sistem keamanan dengan menyiapkan rumah dinas bagi petugas dan menerapkan sistem penjagaan 24 jam secara bergiliran.
Dikutip dari: Antara News, Rasika FM, Lingkar.co, dan HaloSemarang (12/6/2026) | Disusun oleh: Tim Redaksi YukTalk.id

