23 Semarang Shopping Center mencatatkan performa impresif sejak dibuka untuk umum. Dalam tiga pekan pertama operasional, pusat perbelanjaan yang berlokasi di kawasan Pearl of Java (POJ) City, Marina, ini sudah menerima sekitar 30 ribu pengunjung dan mencapai tingkat okupansi tenant hingga 90 persen.
23 Semarang Shopping Center: Dari Soft Opening hingga Grand Opening
General Manager 23 Semarang, Dian Widiyanti, mengungkapkan bahwa pusat perbelanjaan ini menjalani soft opening terlebih dahulu sebelum akhirnya menggelar grand opening pada Sabtu, 13 Juni 2026. Selama tiga pekan fase awal, arus pengunjung cukup padat meskipun sebagian besar masih dalam tahap eksplorasi.
“Setelah soft opening sekitar tiga minggu lalu, trafik pengunjung mencapai sekitar 30 ribu orang,” ungkap Dian seperti dilansir Tribun Jateng. Ia menambahkan bahwa data transaksi ekonomi dari masing-masing tenant belum terkumpul seluruhnya karena pelaporan dilakukan secara bulanan.
Sektor F&B dan Olahraga Jadi Primadona di 23 Semarang Shopping Center
Dari sisi performa tenant, sektor makanan dan minuman (F&B) menjadi kategori paling diminati pengunjung. Hal ini sejalan dengan tren nasional di Indonesia, di mana kuliner tetap menjadi alasan utama masyarakat mendatangi pusat perbelanjaan.
Menariknya, tenant yang bergerak di bidang olahraga dan gaya hidup aktif (athleisure) di lantai dasar juga mencatatkan pencapaian positif. “Setelah FnB, tenant olahraga dan lifestyle di lantai dasar itu mampu mencapai target pada bulan awal,” jelas Dian.
Okupansi 23 Semarang Shopping Center Capai 90 Persen
Berdasarkan data yang disampaikan pengelola, 23 Semarang Shopping Center dibangun di atas total luas bangunan 65 ribu meter persegi dengan area sewa bersih (net leasable area) mencapai 49 ribu meter persegi. Dari total ruang yang tersedia, 90 persen sudah terisi oleh berbagai merek lokal maupun internasional.
Angka ini terbilang tinggi jika dibandingkan dengan tingkat okupansi mal-mal di Jakarta yang saat ini berada di kisaran 73 persen. Anthony Prabowo Susilo, Presiden Direktur PT Indonesian Paradise Property Tbk (INPP), menyebut capaian ini sebagai bukti bahwa strategi pengembangan selaras dengan kebutuhan pasar lokal yang menginginkan ruang komersial terpadu berskala internasional.
23 Semarang Shopping Center Akomodasi Lebih dari 50 Tenant UMKM
Salah satu keunikan pusat perbelanjaan ini adalah konsep lifestyle yang secara sengaja menyertakan lebih dari 50 tenant UMKM dan merek lokal. Langkah ini dirancang untuk memperluas akses pasar bagi pelaku usaha kecil menengah sekaligus menjadi saluran pertumbuhan ekonomi daerah.
CEO Paradise Indonesia ini menyebut keputusan berekspansi ke Semarang bukan tanpa dasar. Analisis mendalam terhadap transformasi makroekonomi kota yang dinamis menjadi pertimbangan utama. Semarang dinilai tidak lagi sekadar kota transit, melainkan pusat pertumbuhan ekonomi mandiri dengan daya beli yang terus meningkat.
Dampak Ekonomi 23 Semarang Shopping Center bagi Jawa Tengah
Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi yang meresmikan pusat perbelanjaan ini menegaskan bahwa kehadiran investasi besar di tengah ketidakpastian global menjadi sinyal positif bagi iklim usaha daerah. Realisasi investasi Jateng pada kuartal I 2026 mencapai Rp23,02 triliun dengan penyerapan 92 ribu tenaga kerja.
“Di saat tekanan fiskal dan geopolitik dunia, kita masih mampu menghadirkan investasi,” tegas Luthfi sebagaimana dikutip dari Kompas. Ia menambahkan bahwa pemerintah provinsi berkomitmen menjaga iklim usaha yang kondusif, menyederhanakan regulasi perizinan, serta menyediakan infrastruktur pendukung yang terintegrasi.
23 Semarang Shopping Center dalam Ekosistem POJ City
Francis Budiraharja Santoso, Managing Director Bina Nusantara, menjelaskan bahwa lokasi komersial ini didukung aksesibilitas unggul dengan konektivitas dekat ke bandara dan pelabuhan. Pusat perbelanjaan ini menjadi bagian dari ekosistem terpadu POJ City yang juga mencakup BINUS School, BINUS University, dan rencana pembangunan Hyatt Place yang dijadwalkan beroperasi pertengahan 2028.
Pertumbuhan ekonomi Jawa Tengah yang mencapai 6,49 persen serta ekspansi kawasan industri di Semarang, Demak, Kendal, dan Batang turut menjadi pendorong utama tingginya minat investor terhadap 23 Semarang Shopping Center dan kawasan terpadu di sekitarnya.
Disusun oleh: Tim Redaksi YukTalk.id
Dikutip dari: Tribun Jateng, Kompas

