Semarang – QRIS Jateng. Bank Indonesia Perwakilan Jawa Tengah mencatat penggunaan QRIS (Quick Response Code Indonesian Standard) di seluruh Jawa Tengah hingga Juni 2026 telah mencapai 9,08 juta orang. Angka ini menandai lonjakan signifikan dalam adopsi pembayaran nontunai di wilayah tengah Pulau Jawa.
Data tersebut dirilis oleh BI Perwakilan Jateng sebagai bagian dari pemantauan tren transaksi digital yang terus melonjak. QRIS kini telah menjadi alat pembayaran paling populer dan banyak digunakan baik oleh pedagang skala kecil maupun pelaku usaha besar di berbagai kota dan kabupaten di Jateng.
Pertumbuhan Pengguna QRIS di Jawa Tengah
Sesuai data yang dihimpun, pertumbuhan pengguna QRIS di Jawa Tengah terus mengalami peningkatan dari tahun ke tahun. Hal ini sejalan dengan program nasional pemerintah Indonesia untuk mendorong transaksi berbasis nontunai demi percepatan ekonomi digital. Masyarakat semakin menyadari kemudahan, kecepatan, dan keamanan yang ditawarkan oleh pembayaran QRIS dibandingkan metode konvensional.
Bank Indonesia juga mencatat bahwa jumlah merchant yang telah mengaktifkan QRIS di Jateng terus bertambah setiap bulannya. Dari gerai warung kopi hingga pusat perbelanjaan modern, hampir semua lapisan pelaku usaha kini menyediakan layanan pembayaran dengan scan QR code.
Semarang Penuh Viral, Jadi Kota dengan Pengguna QRIS Terbanyak
Dari seluruh kabupaten dan kota di Jawa Tengah, Kota Semarang tercatat memiliki jumlah pengguna QRIS paling banyak. Statusnya sebagai ibu kota provinsi serta pusat kegiatan ekonomi dan perdagangan menjadikan Semarang sebagai wilayah yang paling aktif dalam penggunaan pembayaran digital.
Konsentrasi pengguna yang tinggi di Semarang tidak lepas dari tingginya arus transaksi harian, mulai dari sektor ritel, kuliner, transportasi, hingga jasa. Penduduk yang padat disertai dengan penetrasi smartphone yang tinggi turut mendukung meningkatnya jumlah pemakai QRIS di wilayah ini.
QRIS Siap Jadi Standar Pembayaran Digital Nasional
Keberadaan QRIS sebagai standar pembayaran digital nasional memang sengaja diciptakan oleh Bank Indonesia agar masyarakat dapat bertransaksi menggunakan satu kode QR yang sama di seluruh merchant yang menerima pembayaran QRIS. Dengan demikian, masyarakat tidak perlu lagi mengunduh berbagai aplikasi e-wallet berbeda untuk melakukan transaksi.
Program QRIS juga diharapkan mampu menurunkan cost transaksi bagi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), sekaligus mempercepat inklusi keuangan di seluruh lapisan masyarakat. Banyak UMKM di Jateng yang kini tercatat telah beralih menerima pembayaran melalui QRIS.
Tren Transaksi Digital Makin Meningkat
Data dari BI ini turut mengungkap bahwa minat masyarakat terhadap pembayaran nontunai terus meningkat. Tren ini diperkuat dengan semakin banyaknya aplikasi pembayaran digital yang masuk dan berkembang di pasar Indonesia. Masyarakat pun semakin nyaman dan terbiasa menggunakan smartphone sebagai alat transaksi sehari-hari.
Meningkatnya adopsi QRIS juga didukung oleh infrastruktur teknologi yang makin membaik. Jaringan internet yang semakin stabil di berbagai daerah serta peningkatan literasi digital masyarakat turut menjadi pendorong utama tumbuhnya penggunaan QRIS di Jawa Tengah.
Dampak Positif bagi Ekonomi Lokal
Pertumbuhan pengguna QRIS di Jawa Tengah membawa dampak positif yang cukup signifikan bagi perekonomian lokal. Perdagangan antardaerah menjadi lebih efisien karena transaksi berjalan tanpa hambatan fisik seperti terbatasnya kembalian uang tunai. Selain itu, catatan transaksi digital juga memudahkan pelaku usaha dalam melakukan pembukuan dan perencanaan keuangan.
Bagi pemerintah daerah, meningkatnya transparansi transaksi digital juga berpotensi memperluas basis pajak daerah. Para ekonom melihat bahwa accelerasi digitalisasi pembayaran akan mendorong pertumbuhan Product Domestic Regional Bruto (PDRB) Jawa Tengah ke arah yang lebih positif.
Apa yang Harus Disiapkan Pelaku Usaha?
Seiring dengan meningkatnya preferensi konsumen terhadap pembayaran digital, pelaku usaha di Jawa Tengah sangat disarankan untuk segera mengaktifkan QRIS di titik penjualan mereka. Proses pendafataran QRIS bersifat gratis dan dapat dilakukan melalui bank mitra atau aplikasi fintech yang tersedia.
Bagi pedagang pasar tradisional, kios, maupun warung makan, menerima pembayaran QRIS bukan lagi pilihan melainkan keharusan guna tetap kompetitif di era ekonomi digital. Konsumen saat ini cenderung lebih memilih transaksi yang praktis, cepat, dan tanpa rasa khawatir tentang ketersediaan uang tunai.
Integrasi dengan Layanan Digital Lain
Salah satu keunggulan QRIS adalah kemampuannya untuk diintegrasikan dengan berbagai platform digital lainnya. Berbagai aplikasi perbankan dan dompet digital sudah mendukung pembayaran menggunakan QRIS. Dengan begitu, masyarakat dapat mengakses beragam fitur keuangan dalam satu genggaman, mulai dari transfer, pembayaran tagihan, hingga pembelian produk atau jasa secara instan.
Pengembangan ekosistem pembayaran digital ini juga sejalan dengan visi Indonesia Emas 2045 yang menargetkan perekonomian digital sebagai salah satu pilar utama pertumbuhan bangsa. Adopsi QRIS yang masif di Jawa Tengah merupakan indikator positif bahwa masyarakat regional tengah bergerak menuju transformasi digital yang lebih luas.
Prospek ke Depan
Para ahli memproyeksikan bahwa jumlah pengguna QRIS di Jawa Tengah diprediksi akan terus bertambah seiring dengan meningkatnya kesadaran masyarakat akan manfaat pembayaran digital. Jika tren saat ini berlanjut, maka target 10 juta pengguna QRIS di Jateng diperkirakan akan tercapai dalam waktu dekat.
Program edukasi dan sosialisasi yang gencar dari berbagai pihak, termasuk BI, pemerintah daerah, asosiasi pengusaha, maupun penyedia layanan finansial, dinilai menjadi kunci utama keberhasilan percepatan adopsi QRIS di seluruh pelosok Jawa Tengah.
Dengan dukungan regulasi yang jelas, infrastruktur yang memadai, dan tingginya minat masyarakat, Jawa Tengah diperkirakan akan terus menjadi salah satu provinsi dengan perkembangan pembayaran digital paling pesat di Indonesia. Hal ini tentu membuka peluang besar bagi inovasi-inovasi finansial baru di masa depan.
Artikel ini telah disunting dari sumber asli untuk kenyamanan pembaca YukTalk. Untuk informasi lebih lanjut seputar budaya dan aktivitas kekinian di Semarang, simak juga YukTalk Budayakan 200 Anak Semarang.
QRIS Jateng Tumbuh di Kota Semarang
Data lengkap tersedia dalam laporan Antara Jateng. Pengguna QRIS Jateng mencerminkan meluasnya transaksi nontunai.
Pengguna QRIS Jateng bertambah seiring makin luasnya penerimaan pembayaran digital di pusat perbelanjaan, pasar, usaha kuliner, layanan publik, dan berbagai kegiatan ekonomi. Kota Semarang menjadi wilayah yang mencatat pengguna terbanyak.
Bagi pelaku usaha, QRIS Jateng memberi pilihan pembayaran yang praktis bagi pelanggan. Bagi masyarakat, penggunaan satu standar kode pembayaran memudahkan transaksi tanpa harus membawa uang tunai dalam jumlah besar.
Pertumbuhan pengguna QRIS Jateng juga menjadi gambaran perubahan kebiasaan transaksi di Jawa Tengah. Data tersebut menunjukkan pembayaran digital semakin dekat dengan aktivitas harian masyarakat.
Dikutip dari sumber: Antara Jateng.

