YukTalk.id – Menteri Investasi Bahlil Lahadalia melontarkan kritik tajam kepada seorang investor asal Singapura dalam sebuah pertemuan yang videonya viral di TikTok. Pernyataan “Kalian berkantor di Indonesia” tersebut memicu perdebatan soal iklim investasi, nasionalisme ekonomi, dan etika relasi bisnis lintas negara.
Dalam video yang beredar luas, Bahlil menegur investor yang hadir secara langsung. “Bikin di Indonesia,” tegas Bahlil, yang kemudian dijawab tawa sang investor dan staf kedua belah pihak. Bahlil melanjutkan, “Jangan berkantor di Singapur, tapi bisnis kalian di sini.” Kalimat ini menjadi sorotan publik dan diunggah ulang oleh banyak akun media sosial.
Konteks Pernyataan
Pernyataan tersebut muncul dalam konteks upaya pemerintah menarik investasi asing agar tidak hanya menikmati pasar Indonesia, tetapi juga memberikan dampak ekonomi di dalam negeri. Bahlil menilai, kantor operasional perusahaan asing seharusnya berada di Indonesia agar transfer pengetahuan, penyerapan tenaga kerja, dan kontribusi pajak bisa optimal.
Isu ini sebenarnya bukan hal baru. Sebelumnya, Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) juga sempat melontarkan sikap serupa terkait platform X (dulu Twitter) yang dinilai belum memiliki kantor perwakilan resmi di Indonesia. Kominfo menegaskan, “Kita tuntut dari mereka (punya kantor di Indonesia).”
Respons Publik
Video pernyataan Bahlil memicu reaksi beragam. Warganet yang mendukung menilai sikap Bahlil sebagai bentuk nasionalisme ekonomi yang patut dicontoh. Mereka menilai, sudah saatnya Indonesia tidak hanya menjadi pasar, tetapi juga menjadi basis produksi dan operasional perusahaan asing.
Di sisi lain, sebagian pengamat investasi menilai pendekatan seperti ini perlu diimbangi dengan iklim usaha yang sehat. Mereka khawatir, pernyataan yang terlalu konfrontatif dapat membuat calon investor berpikir dua kali untuk menanamkan modal di Indonesia.
Implikasi untuk Iklim Investasi
Perdebatan ini sebenarnya mencerminkan dua kutub yang sama-sama penting: bagaimana Indonesia memastikan investasi asing memberi manfaat maksimal bagi ekonomi lokal, dan bagaimana negara tetap menjadi tujuan investasi yang menarik. Kuncinya, menurut berbagai pengamat, adalah konsistensi regulasi dan pelayanan, bukan sekadar retorika.
Di tengah upaya pemerintah menggenjot pertumbuhan ekonomi, pernyataan Bahlil menjadi pengingat bahwa investor asing yang beroperasi di Indonesia diharapkan benar-benar hadir, berkantor, dan berkontribusi pada ekonomi nasional.
Disusun oleh: Tim Redaksi YukTalk.id
Ikuti Instagram @yuk.talk untuk update berita terkini

