Dikutip dari Jateng Pos – Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Jawa Tengah mencatat inflasi year on year (y-on-y) Jawa Tengah pada Mei 2026 sebesar 2,85 persen. Angka ini diumumkan oleh Kepala BPS Provinsi Jawa Tengah, Ali Said, dalam konferensi pers di Semarang, Selasa (2/6/2026).
Indeks Harga Konsumen (IHK)
Indeks Harga Konsumen (IHK) Jawa Tengah pada periode Mei 2026 tercatat sebesar 111,91. Sementara itu, inflasi secara year-to-date (ytd) sebesar 1,19 persen, menunjukkan bahwa tekanan harga masih dalam rentang sasaran Bank Indonesia.
Cilacap Tertinggi
Dari 35 kabupaten/kota di Jawa Tengah, Kabupaten Cilacap mencatat angka inflasi tertinggi. BPS menjelaskan bahwa kenaikan harga di Cilacap dipengaruhi oleh penurunan hasil panen dan fluktuasi harga komoditas pangan di pasar lokal.
Penyebab Inflasi
Faktor utama pemicu inflasi bulanan di Jawa Tengah pada Mei 2026 adalah penurunan hasil panen akibat perubahan cuaca. Komoditas pangan seperti beras, cabai, dan sayuran mengalami kenaikan harga yang cukup signifikan.
BPS memastikan bahwa inflasi Jawa Tengah masih berada dalam rentang sasaran inflasi Bank Indonesia yaitu 2,5 persen plus minus 1 persen. Namun, perlu kewaspadaan terhadap potensi inflasi menjelang musim kemarau yang diprediksi akan memperparah fluktuasi harga pangan.
Disusun oleh: Tim Redaksi YukTalk.id
Ikuti Instagram @yuk.talk untuk update berita terkini

