Semarang – Kabar instagram Damkar Semarang diretas menghebohkan warga Kota Semarang pada Rabu 5 Agustus 2026 pagi. Akun resmi milik Dinas Pemadam Kebakaran Kota Semarang, @damkarsemarang, tiba-tiba memublikasikan unggahan mencurigakan berupa tangkapan layar akun X yang diklaim milik Elon Musk. Kejadian yang terungkap saat apel pagi itu langsung membuat pihak Damkar bertindak cepat mengamankan akun tersebut.
Berdasarkan pantauan, unggahan aneh tersebut muncul pada pukul 08.06 WIB, baik di feed maupun story Instagram Damkar Semarang secara bersamaan. Isi unggahan menampilkan foto akun X palsu yang mengatasnamakan Elon Musk. Padahal, akun asli Elon Musk diketahui tidak pernah memposting informasi yang sama. Hal ini membuat pihak Damkar menyimpulkan bahwa konten tersebut adalah hasil editan pelaku peretasan.
Instagram Damkar Semarang Diretas Saat Apel Pagi
Kepala Bidang Operasional dan Penyelamatan Damkar Kota Semarang, Tantri Pradono, membenarkan bahwa akun Instagram resmi instansinya telah diretas. Ia mengatakan, pihaknya baru menyadari adanya postingan mencurigakan saat melaksanakan apel pagi. Seorang staf Damkar melihat unggahan aneh di akun @damkarsemarang dan segera melaporkannya.
“Staf kami melihat ada postingan tidak biasa di feed dan story. Setelah dicek, ternyata akun sudah dikuasai oleh pihak tidak bertanggung jawab,” ujar Tantri. Ia menambahkan, pihaknya langsung mengambil alih kendali akun dan menghapus konten promosi ilegal yang sempat tayang.
Konten Promosi Ilegal Beredar di Akun Resmi
Pelaku peretasan mengunggah konten promosi ilegal dengan menampilkan tangkapan layar akun X yang diedit seolah-olah berasal dari Elon Musk. Meski demikian, tidak ada informasi lebih lanjut mengenai produk atau layanan apa yang hendak dipromosikan oleh pelaku melalui unggahan tersebut. Tim admin medsos Damkar Kota Semarang kemudian berhasil mengembalikan akses akun dan membersihkan unggahan ilegal itu.
Perlu dicatat, akun X yang ditampilkan dalam foto unggahan tersebut bukan akun asli Elon Musk. Tidak ada bukti bahwa pengusaha teknologi kelahiran Afrika Selatan itu memublikasikan informasi serupa di platform miliknya. Dugaan sementara, pelaku menggunakan editan visual untuk menipu pengikut akun Damkar agar tertarik pada promosi yang mereka sebarkan.
Berita terkait instagram Damkar Semarang diretas juga dilaporkan oleh detik.com. Sementara itu, tribunnews.com menyoroti momen unggahan Elon Musk palsu yang sempat tampil di feed dan story secara bersamaan.
Tidak Ada Kerugian Internal dan Eksternal
Tantri Pradono menegaskan bahwa pihaknya tidak menemukan kerugian baik dari sisi internal Damkar Kota Semarang maupun pihak eksternal akibat insiden peretasan ini. Akun tersebut kini sudah sepenuhnya dikendalikan kembali oleh admin medsos Damkar. Meski membawa kejutan pagi hari, insiden ini tidak mengganggu operasional pemadam kebakaran di Kota Semarang.
“Alhamdulillah tidak ada korban atau kerugian. Kami sudah ambil alih akun dan hapus postingan tersebut,” tambah Tantri. Kecepatan tanggap tersebut menunjukkan pentingnya pengawasan berkala terhadap akun media sosial instansi pemerintah agar tidak disalahgunakan oleh pihak tak bertanggung jawab.
Bukan Pertama Kali Akun Damkar Semarang Jadi Sasaran Peretas
Yang mengejutkan, kejadian instagram Damkar Semarang diretas ini bukanlah yang pertama kalinya. Tantri mengakui bahwa akun resmi Damkar Kota Semarang pernah mengalami peretasan sebelumnya, meski ia tidak dapat mengingat detail waktu dan modus kejadian yang lalu. Fakta ini mengindikasikan perlunya penguatan keamanan digital pada akun-akun resmi pemerintah daerah.
Insiden pagi itu menjadi pengingat betapa rawan akun media sosial instansi publik terhadap upaya pembobolan. Unggahan yang muncul bersamaan di dua kanal, feed dan story, menunjukkan pelaku bekerja secara cepat dan terencana agar kontennya sempat dilihat sebanyak mungkin pengikut sebelum sempat dihapus. Beruntung, pengawasan staf yang sedang melaksanakan apel pagi membuat unggahan mencurigakan itu langsung terdeteksi dan tidak berlangsung lama di linimasa.
Netizen di Kota Semarang pun ramai membicarakan insiden ini di media sosial. Banyak yang menyayangkan munculnya unggahan promosi ilegal di akun instansi penanganan darurat. Sejumlah pengguna juga mengingatkan pentingnya autentikasi dua faktor untuk mencegah pembobolan akun serupa di masa mendatang. Kasus ini menjadi peringatan bagi pemegang akun medsos resmi agar tidak mengabaikan aspek keamanan.
Untuk informasi seputar keamanan dan peristiwa di Semarang lainnya, simak juga berita YukTalk terkait penyelidikan insiden di Kota Semarang.
Dikutip dari sumber: detik.com | tribunnews.com

