DPRD Kota Semarang mendesak Pemkot mengevaluasi kerusakan jalan kalipancur Semarang dan memanggil pengusaha penambangan jika terbukti aktivitas angkutan material mempercepat kerusakan. Pernyataan itu disampaikan Wakil Ketua DPRD Kota Semarang Suharsono, Jumat (24/7/2026).
“Ini yang harus dicari penyebabnya apa,” kata Suharsono. Ia menekankan pelaku usaha tidak boleh hanya memanfaatkan jalan kota tanpa menanggung dampak. “Ketika penyebabnya adalah adanya peningkatan kegiatan, terutama penambangan, saya kira penambangnya harus diajak bicara,” ujarnya.

Tanggung Jawab Pengusaha di Jalan Kalipancur Semarang
Jika evaluasi menunjukkan kerusakan dipercepat lalu lintas truk dari kawasan galian C, pengusaha harus dimintai pertanggungjawaban. Kota Semarang sudah menyiapkan anggaran perbaikan, tetapi kegiatan yang membuat jalan berlubang dan bergelombang harus direspons dengan pemanggilan pihak pelaksana kegiatan. “Harus kita mintai pertanggungjawaban. Tidak bisa mereka memanfaatkan jalan kota sementara tidak ada tanggung jawab,” tegasnya.
Pemanggilan itu disebut bentuk pengawasan DPRD agar fasilitas publik tidak merugikan warga. DPRD juga mendesak Dinas Pekerjaan Umum segera memperbaiki. Kerusakan berupa lubang, permukaan bergelombang, hingga talud yang berpotensi ambrol dinilai berisiko memicu kecelakaan. “Kami berpesan supaya pemerintah kota, dalam hal ini PU, betul-betul segera mengantisipasi dan menanggulangi jalan-jalan berlubang, jalan rusak, maupun talud yang sudah mengkhawatirkan ambrol,” katanya.
Konteks Viral Truk Tambang
Sebelumnya, truk angkutan tambang yang kerap melintas di Jalan Kalipancur, Manyaran, viral di media sosial karena melintas saat warga beraktivitas. Akun Instagram @dinaskegelapan_kotasmg mengunggah video dengan caption “Mau sampai kapan seperti ini”. Isu serupa sempat mengemuka di liputan sebelumnya, termasuk respons Wali Kota soal prioritas keselamatan warga.
Poin Desakan DPRD
- Evaluasi penyebab kerusakan dulu, jangan langsung menuding tanpa data
- Jika galian C dan truk material terbukti mempercepat rusak, panggil pengusaha
- Perbaikan segera oleh Dinas PU: lubang, gelombang, talud
- Biaya pemulihan tidak semestinya hanya ditanggung APBD jika ada pihak usaha yang berdampak
Mengapa Jalan Kalipancur Semarang Krusial?
Kalipancur di Manyaran menjadi koridor penting warga dan angkutan. Kerusakan berulang menaikkan biaya kendaraan, risiko laka, dan ketidakpercayaan publik pada izin tambang. Model tanggung jawab bersama antara pemerintah dan pengusaha lebih adil dibanding membebankan seluruh perbaikan ke anggaran daerah.
Baca juga lahan industri greater Semarang dan amblesan tanah Semarang.
Artikel ini tidak menuduh perusahaan spesifik karena sumber tidak menyebut nama perusahaan. Fokusnya pada desakan institusional DPRD dan kondisi jalan kalipancur Semarang yang dilaporkan rusak. Evaluasi teknis Pemkot menjadi penentu langkah hukum atau administratif berikutnya.
Warga diimbau melapor kerusakan via kanal pengaduan resmi agar data lapangan terkumpul. Dokumentasi video truk dan kondisi talud bisa membantu verifikasi, asalkan tidak memprovokasi di jalan. Transparansi hasil evaluasi akan menentukan apakah pemanggilan pengusaha benar-benar terjadi.
Dikutip dari sumber: kompas.com

