Semarang – Katering Tembalang terbakar pada Selasa pagi (18/8/2026) saat para karyawan baru saja mulai menyiapkan produksi harian. Dapur usaha katering di Jalan Gemah Sari Raya XII Nomor 223, Kelurahan Kedungmundu, Kecamatan Tembalang, Kota Semarang, itu hangus dilalap api dalam hitungan menit.
Peristiwa katering Tembalang terbakar ini pertama kali dilaporkan ke petugas pemadam kebakaran (Damkar) Kota Semarang sekitar pukul 06.20 WIB melalui pesan WhatsApp. Laporan darurat tersebut langsung direspons cepat oleh tim pemadam yang bergegas menuju lokasi kejadian di kawasan pemukiman padat sisi timur Kota Semarang itu. Petugas yang menerima laporan langsung bergerak ke Jalan Gemah Sari Raya XII Nomor 223 untuk melakukan penanganan di titik kejadian.
Kabid Operasional dan Penyelamatan Damkar Kota Semarang, Tantri Pradono, menyebut pihaknya mengerahkan 25 personel dengan enam armada untuk menjinakkan kobaran api. Petugas tiba di lokasi sekitar 10 menit setelah laporan diterima dan langsung memulai upaya pemadaman dari berbagai sisi bangunan agar api tidak merembet ke rumah warga yang berdempetan di sekitarnya. Jumlah enam armada itu sesuai keterangan detik.com, sementara caption foto yang diterbitkan Tribun Jateng menyebut lima armada ikut diterjunkan ke lokasi.
Kronologi kebakaran bermula ketika karyawan sedang memasak di dapur produksi. Tiba-tiba mereka melihat api keluar dari selang sekaligus regulator tabung gas LPG yang digunakan untuk memasak. Kobaran api kemudian menyambar tumpukan karton box makanan yang berada di sekitar dapur sehingga api cepat membesar.
Kronologi Katering Tembalang Terbakar Saat Staf Mulai Memasak
Menurut Tantri, tumpukan karton box makanan menjadi media perambatan api paling cepat. Karton yang mudah terbakar membuat kobaran api menyebar ke seluruh area dapur produksi dalam waktu singkat, sebelum akhirnya melalap sebagian besar bangunan usaha katering di kawasan Kedungmundu tersebut.
Api baru berhasil dipadamkan sekitar pukul 07.44 WIB setelah petugas berjibaku selama lebih dari satu jam. Setelah kobaran api padam, tim Damkar melanjutkan proses pendinginan untuk memastikan tidak ada bara yang tersisa dan mencegah api kembali menyala di lokasi.
Area yang terbakar diperkirakan mencapai 70 meter persegi atau setara ukuran 10 x 7 meter. Luas tersebut mencakup hampir seluruh bagian dapur dan area produksi katering, sebagaimana diberitakan detik.com. Sebagian atap, dinding, hingga peralatan masak di dalamnya ikut hangus tidak tersisa.
Beruntung, tidak ada korban jiwa maupun luka dalam insiden katering Tembalang terbakar ini. Seluruh karyawan yang berada di lokasi berhasil menyelamatkan diri keluar dari bangunan, meski sebagian besar peralatan produksi dan bahan baku makanan ikut hangus terbakar.
Kerugian materi akibat katering Tembalang terbakar ditaksir mencapai sekitar Rp200 juta. Selain bangunan dan peralatan dapur, satu unit mobil milik pengusaha katering ikut terdampak di bagian belakang. Mobil tersebut tidak sempat dipindahkan karena kunci kendaraan justru terjebak di dalam mobil saat kebakaran terjadi, sehingga pemilik hanya bisa menyaksikan kendaraannya ikut tersambar api.
Hingga kini, penyebab kebakaran masih dalam dugaan kebocoran regulator atau selang tabung gas LPG saat aktivitas memasak berlangsung. Tantri menjelaskan, api yang keluar dari selang gas langsung bersentuhan dengan bahan mudah terbakar di sekitarnya sehingga situasi cepat tidak terkendali.
Insiden katering Tembalang terbakar ini menjadi pukulan berat bagi pelaku usaha UMKM katering. Usaha yang biasanya mulai beroperasi sejak pagi untuk memenuhi pesanan nasi box dan menu harian pelanggan itu kini harus menghentikan produksi sementara waktu untuk proses pembersihan dan perbaikan, sementara pesanan yang sudah masuk terpaksa dialihkan atau ditunda.
Peristiwa serupa pernah terjadi di Kota Semarang. Sebelumnya, kebakaran rumah di Suruh menewaskan penghuni berstatus ODGJ yang tinggal seorang diri. Kejadian berulang ini menjadi pengingat pentingnya pemeriksaan rutin instalasi gas di rumah maupun tempat usaha, khususnya menjelang musim kemarau saat risiko kebakaran cenderung meningkat.
Setelah katering Tembalang terbakar berhasil dipadamkan, tim Damkar memastikan area dapur produksi dalam kondisi aman dan proses pendinginan selesai dilakukan. Pemeriksaan menyeluruh terhadap kondisi selang dan regulator gas di tempat usaha diharapkan menjadi langkah pencegahan agar musibah serupa tidak terulang kembali.
Dikutip dari sumber: detik.com | kompas.com | tribunnews.com

