Kirim Artikel

Kecelakaan Truk Suruh: Rem Hilang di Tanjakan, Pemotor dan Pejalan Kaki Luka

SemarangKecelakaan truk Suruh membuat warga di jalur Karanggede-Salatiga digemparkan pada Rabu (29/7/2026) sekitar pukul 11.00 WIB. Sebuah truk tronton yang sedang menanjak tiba-tiba mundur, menabrak pemotor dan pejalan kaki, lalu menghantam bangunan bengkel di Dusun Bawangan, Reksosari, Kecamatan Suruh, Kabupaten Semarang.

Kronologi Kecelakaan Truk Suruh di Tanjakan

Menurut Kanit Gakkum Sat Lantas Polres Semarang, Iptu Handriani, unit yang terlibat adalah Mitsubishi tronton bernomor polisi N-9906-UE yang melaju ke arah Salatiga. Di lokasi tanjakan, rem tidak berfungsi sehingga kendaraan bergeser mundur.

“Sesampainya di tempat kejadian perkara, jalan menanjak dan rem tidak berfungsi sehingga membuat truk tersebut berjalan mundur ke belakang,” kata Handriani dalam keterangan tertulis yang dikutip media.

Tronton yang mundur itu kemudian menabrak sepeda motor Honda Revo berpelat B-3128-SMQ dikendarai Ihwanul Muslimin (45) dan pejalan kaki Purwanto (45). Polisi menilai jarak yang terlalu dekat membuat kedua korban sulit menghindar. Rincian ini menjadi inti laporan resmi terkait kecelakaan truk Suruh di jalur tersebut.

Kondisi Korban dan Respons Medis

Handriani menjelaskan, pengendara motor mengalami nyeri gerak di kaki kiri serta luka lecet di pantat. Pejalan kaki mengalami nyeri gerak di bahu kanan. Keduanya dibawa ke RSUD Salatiga untuk penanganan.

Dalam rilis yang sama, polisi tidak menyebut adanya korban jiwa. Fokus penanganan di lokasi lebih pada evakuasi korban, pengamanan TKP, dan klarifikasi teknis kendaraan. Kondisi medis lanjutan kedua korban setelah tiba di RSUD Salatiga belum diumumkan secara rinci.

Saksi: Bengkel Rusak Parah, Empat Motor Hancur

Warga di lokasi, Hanes Walda, mengatakan tronton baru berhenti setelah menghantam bangunan bengkel. Benturan digambarkan cukup keras hingga bangunan rusak parah. Sekitar empat unit motor di area bengkel ikut mengalami kerusakan.

“Benturan cukup keras sampai bangunan bengkel rusak parah. Ada sekitar empat motor yang rusak,” ujar Hanes. Kesaksian ini melengkapi catatan material damage di luar cedera dua korban manusia dalam kecelakaan truk Suruh.

Pengakuan Sopir: Muatan Kosong, Angin Kompresor Hilang

Pengemudi Rukimin (50) mengatakan tronton yang dikendarainya tidak membawa muatan. Di kabin ia bersama satu kenek. Ia menuturkan tekanan angin kompresor hilang saat unit menanjak, lalu kendaraan bergeser mundur.

“Kosong (muatannya). (Di dalam) sama kenek, iya (dua orang),” kata Rukimin di lokasi. “Jalan nanjak itu kompresornya anginnya ilang, sudah (nanjak), (terus) mundur,” tambahnya. Versi sopir sejalan dengan keterangan polisi soal rem yang tidak berfungsi di tanjakan.

Fakta di Lapangan dan yang Masih Menunggu

Sejauh ini yang sudah jelas dari keterangan polisi, sopir, dan saksi meliputi waktu sekitar pukul 11.00 WIB, lokasi Dusun Bawangan Reksosari Suruh, identitas nopol truk dan motor korban, nama dua korban, tujuan perawatan di RSUD Salatiga, serta pernyataan sopir soal muatan kosong dan hilangnya tekanan angin. Jumlah motor di bengkel yang rusak datang dari kesaksian warga, bukan dari rilis angka resmi polisi.

Hasil olah TKP lengkap, status pemeriksaan kendaraan, dan proses hukum lanjutan masih menunggu update dari Satlantas Polres Semarang. Urutan kejadian kecelakaan truk Suruh di atas merangkai keterangan polisi, saksi, dan sopir supaya alurnya lebih mudah diikuti.

Jalur Karanggede-Salatiga dikenal memiliki ruas menanjak. Saat sistem rem atau tekanan angin bermasalah, kendaraan berat berisiko tidak mampu menahan laju mundur. Kasus ini menggarisbawahi pentingnya jarak aman di belakang unit besar di tanjakan, baik bagi pemotor maupun pejalan kaki di bahu jalan.

Baca juga berita lokal terkait infrastruktur dan keselamatan di yuktalk.id.

Kecelakaan truk Suruh ini menjadi pengingat bahwa gangguan teknis di tanjakan dapat berantai ke pengguna jalan lain dalam hitungan detik.

Dikutip dari detikJateng.