Sebuah program pemberdayaan ekonomi yang menginspirasi tengah bergulir di Kota Semarang. Pelatihan teknisi HP disabilitas Semarang yang diselenggarakan oleh Lembaga Pelatihan Kerja (LPK) Quantum Telecommunication memberikan kesempatan emas bagi penyandang disabilitas untuk menguasai keterampilan servis perangkat seluler secara cuma-cuma. Program ini menjadi bukti bahwa keterbatasan fisik tidak menghalangi seseorang untuk berkarya dan mandiri secara finansial.
Memasuki batch kedua, LPK Quantum Telecommunication yang berlokasi di Jalan Bina Remaja No. 4, Srondol Wetan, Banyumanik, Semarang, kembali membuka peluang bagi 10 penyandang disabilitas tuna daksa dari berbagai daerah di Jawa Tengah. Mereka mendapatkan akses pelatihan lengkap tanpa dipungut biaya sepeser pun, berkat dukungan dari para sponsor dan donatur yang peduli terhadap inklusi ekonomi.
LPK Quantum Telecommunication Hadirkan Program Gratis untuk Penyandang Disabilitas
Tomi Sudiarso selaku pemilik LPK Quantum Telecommunication menjelaskan bahwa program ini lahir dari keinginan untuk membuka jalan bagi rekan-rekan penyandang disabilitas agar bisa bekerja dan memiliki penghasilan sendiri. Menurutnya, batch pertama program ini telah menunjukkan hasil yang sangat memuaskan.
“Batch pertama alhamdulillah berjalan sukses. Peserta sudah menyelesaikan pelatihan dan magang, bahkan kini sebagian telah membuka usaha servis handphone di rumah masing-masing. Peralatannya juga kami bantu sehingga mereka bisa langsung memulai usaha.”
“Harapan kami sederhana, teman-teman penyandang disabilitas bisa bekerja, memiliki penghasilan sendiri, dan lebih mandiri secara ekonomi.”
(Tomi Sudiarso, Pemilik LPK Quantum Telecommunication)
Dukungan finansial untuk program pelatihan teknisi HP disabilitas Semarang ini datang dari berbagai pihak, mulai dari BT-ACC sebagai donatur utama hingga berbagai mitra sponsor lainnya seperti Braderparts, OG Supershinestar, Meetoo Sunshine, SPH, Onglai, Future Store, Libre Style, Life Future, D3 Cakep, PPDI, dan HIMIKS. Kolaborasi lintas pihak ini menunjukkan semangat gotong royong untuk menciptakan peluang ekonomi yang setara bagi semua kalangan.
Materi Lengkap: Dari Perbaikan Dasar hingga Analisis Kerusakan Lanjutan
Pelatihan yang dimulai pada Senin, 22 Juni 2026 ini dirancang dengan struktur bertingkat yang memudahkan peserta memahami setiap tahapan secara bertahap. Sepanjang 7 hari pelatihan intensif, materi dibagi menjadi dua level utama yang mencakup seluruh aspek perbaikan perangkat Android.
- Level 1 (Perbaikan Dasar): Peserta mempelajari pengenalan alat kerja, pengenalan komponen-komponen internal handphone, teknik mengganti LCD, baterai, dan casing belakang. Level ini menjadi fondasi penting sebelum melangkah ke materi yang lebih kompleks.
- Level 2 (Analisis Kerusakan Lanjutan): Pada tahap ini, peserta dilatih untuk menganalisis kerusakan yang lebih rumit menggunakan alat ukur elektronik seperti pengukur voltase dan mikroskop. Kemampuan di level ini membedakan teknisi biasa dari teknisi profesional.
Pendekatan pelatihan yang bertahap ini memungkinkan peserta yang sebelumnya tidak memiliki latar belakang teknis sekalipun untuk memahami materi dengan baik. Semangat belajar yang tinggi dari para peserta menjadi kunci keberhasilan program ini.
Program Magang dan Dukungan Peralatan untuk Setiap Lulusan
Keunggulan program ini tidak berhenti pada pelatihan semata. Setelah menyelesaikan kedua level materi, para peserta akan menjalani program magang selama satu bulan penuh di konter servis handphone yang telah disiapkan oleh LPK Quantum. Masa magang ini memberikan pengalaman langsung dalam melayani konsumen nyata, sehingga peserta terbiasa menghadapi berbagai situasi dan tantangan di lapangan.
Yang membuat program ini semakin istimewa adalah komitmen penyelenggara untuk membekali setiap lulusan dengan seperangkat peralatan servis lengkap. Dengan demikian, para wisudawan tidak perlu lagi memikirkan modal awal untuk membuka usaha. Mereka bisa langsung merintis bengkel servis handphone dari rumah masing-masing.
Kedepannya, LPK Quantum Telecommunication berencana mengembangkan program ini ke level yang lebih tinggi. Setelah peserta menguasai perbaikan perangkat Android, akan diselenggarakan kelas khusus untuk servis iPhone. Rencana ini menunjukkan komitmen jangka panjang dalam meningkatkan kompetensi peserta secara berkelanjutan.
Dampak Nyata terhadap Kehidupan Peserta dan Alumni
Dampak program ini sudah terasa nyata terutama dari keberhasilan para alumni batch pertama. Salah satunya adalah Sodik Maskuri, pria berusia 33 tahun asal Tengaran, Kabupaten Semarang, yang kini telah membuka usaha servis HP mandiri setelah mengikuti pelatihan serupa.
“Setelah ada pelatihan servis ini, alhamdulillah menambah skill saya dan insyaallah menambah rezeki saya.”
(Sodik Maskuri, Alumni Batch 1 LPK Quantum)
Sodik kini mampu menangani berbagai perbaikan mulai dari konektor pengisian daya, baterai, LCD, hingga tombol untuk perangkat Android. Ia juga menyatakan keinginan untuk melanjutkan ke kelas servis iPhone agar kemampuannya semakin lengkap dan daya saing usahanya meningkat.
Sementara itu, dari batch kedua, Suwanto yang sebelumnya bekerja sebagai teknisi motor roda tiga turut antusias mengikuti program ini. Ia melihat peluang besar untuk menambah sumber penghasilan melalui keterampilan baru yang diperoleh.
“Karena yang saya kejar adalah money. Menambah lagi wirausaha yang lain lagi. Menambah income masuk lagi. Kalau motor kan sudah terbiasa untuk merancang. Kalau ini kelihatannya lebih mendetail.”
(Suwanto, Peserta Batch 2)
Perjalanan Suwanto dari teknisi motor menuju teknisi handphone menunjukkan bahwa keterampilan mekanik yang sudah dimiliki dapat diperluas ke ranah elektronik dengan bimbingan yang tepat. Semangat belajarnya menjadi inspirasi bagi penyandang disabilitas lainnya.
Program pelatihan teknisi HP disabilitas Semarang ini membuktikan bahwa dengan pendekatan yang tepat dan dukungan dari berbagai pihak, penyandang disabilitas memiliki potensi besar untuk berkontribusi dalam perekonomian. Keterampilan servis handphone menjadi jalan alternatif yang sangat prospektif mengingat tingginya penetrasi perangkat seluler di masyarakat.
Melalui kombinasi pelatihan gratis, pendampingan magang, dan penyediaan modal berupa peralatan kerja, LPK Quantum Telecommunication telah menciptakan model pemberdayaan yang dapat direplikasi di daerah lain. Harapannya, semakin banyak lembaga dan organisasi yang terinspirasi untuk menjalankan program serupa sehingga akses terhadap peluang ekonomi yang setara dapat dirasakan oleh seluruh lapisan masyarakat, termasuk penyandang disabilitas.
Dikutip dari: Suara Merdeka, iNews Joglosemar
Disusun oleh Redaksi YukTalk.

