Semarang – Portal truk Ngaliyan kembali jadi korban. Portal pembatas jalan di simpang empat Jrakah, Kecamatan Ngaliyan, Kota Semarang, diseruduk truk hingga roboh pada Senin (10/8/2026) pagi. Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Semarang kini mempertimbangkan memindahkan titik pemasangan portal.
Portal tersebut dipasang untuk menghalangi truk masuk ke Jalan Prof Dr Hamka pada jam-jam terlarang. Namun sejak terpasang, portal sudah beberapa kali ditabrak truk hingga ambruk. Kepala Bidang Pengendalian dan Operasional Dishub Kota Semarang Dody Febrianto menerangkan truk menabrak portal di simpang empat Jrakah sekitar pukul 10.00 WIB.
Pengemudi truk disebut mengikuti arahan Google Maps dan tidak berkonsentrasi saat mengemudi. Truk datang dari arah barat atau Jakarta menuju kawasan KIC, lalu belok kanan ke Jalan Prof Hamka dalam kecepatan agak tinggi. Alhasil, portal tertabrak dan roboh.

Portal Truk Ngaliyan Sudah Empat Kali Tertabrak
Dody menyebut portal truk Ngaliyan sudah ditabrak sebanyak empat kali. Dishub pun berupaya mencari lokasi baru pemasangan portal yang lebih masuk ke dalam, agar pengamanan dan pengawasan lebih maksimal. Titik baru diharapkan lebih aman dan terlihat oleh pengemudi truk.
Kejadian berulang ini memicu pertanyaan warga soal efektivitas pemasangan portal truk di lokasi tersebut. Sebagian pengguna jalan menilai portal kurang terlihat, sebagian lain menilai pengemudi truk kurang disiplin mengikuti rambu. Dishub memastikan evaluasi terus dilakukan bersama pihak terkait.
Evaluasi Pengamanan Jalan dan Portal Truk Ngaliyan Semarang
Kasus portal truk Ngaliyan Semarang ini menjadi catatan penting pengelolaan lalu lintas di kawasan industri. Jalan Prof Dr Hamka merupakan akses menuju kawasan industri KIC, sehingga pembatasan jam truk menjadi krusial. Dishub berjanji memperbaiki sistem pengamanan agar kejadian serupa tidak terulang.
Kecelakaan yang melibatkan portal truk bukan hanya merugikan pengguna jalan, tetapi juga membahayakan pengemudi dan pengendara lain di sekitar lokasi. Potongan portal yang roboh bisa menimpa kendaraan yang melintas. Beruntung kejadian terbaru tidak memakan korban jiwa.
Dishub Kota Semarang juga akan berkoordinasi dengan pihak kepolisian dan instansi terkait untuk memperbaiki sistem pembatas jalan di titik rawan. Pemasangan rambu peringatan yang lebih jelas menjadi salah satu opsi yang dipertimbangkan. Evaluasi menyeluruh dilakukan agar fungsi portal tetap berjalan tanpa menimbulkan bahaya baru.
Kawasan Ngaliyan sendiri terus berkembang sebagai permukiman dan kawasan industri. Arus kendaraan berat yang melintas semakin padat seiring pertumbuhan ekonomi. Pengaturan lalu lintas yang baik menjadi kebutuhan mendesak agar kejadian serupa tidak terus berulang di masa mendatang.
Informasi lengkapnya bisa dibaca di detik.com.
Selain memindahkan titik portal, Dishub juga mempertimbangkan penambahan rambu dan penerangan di sekitar lokasi. Pengemudi truk yang tidak familiar dengan jalan lokal kerap mengandalkan aplikasi navigasi tanpa memperhatikan rambu pembatas. Sosialisasi aturan jam larangan melintas bagi kendaraan berat juga terus digencarkan.
Warga Ngaliyan berharap solusi yang diambil Dishub benar-benar menyelesaikan persoalan portal truk yang ambruk berulang kali. Kejadian ini juga menjadi evaluasi bagi pengelola jalan tol dan jalan nasional dalam memasang pembatas kendaraan. Keselamatan pengguna jalan tetap menjadi prioritas utama dalam setiap kebijakan lalu lintas.
Pengaturan jam operasional truk di Jalan Prof Dr Hamka sebenarnya sudah diatur melalui peraturan daerah. Namun, penegakan di lapangan masih menghadapi tantangan karena keterbatasan personel. Kehadiran portal truk menjadi alat bantu penegakan yang efektif selama tidak diabaikan pengemudi.
Ke depan, Dishub akan lebih cermat menentukan titik pemasangan portal truk Ngaliyan agar tidak mengganggu arus lalu lintas sekaligus tetap efektif menahan kendaraan berat. Koordinasi dengan pengembang kawasan industri juga akan diperkuat demi kelancaran distribusi barang di Semarang.
Kasus portal yang roboh berkali-kali juga menjadi pelajaran bagi pengemudi truk agar lebih waspada. Mematuhi rambu dan tidak mengandalkan aplikasi navigasi secara buta adalah kunci keselamatan. Dishub berharap kesadaran pengemudi meningkat seiring perbaikan infrastruktur yang dilakukan.
Baca juga: Kecelakaan Jalan Barito Semarang dan Tawuran Molotov Semarang.
Dikutip dari sumber: detik.com

