Video puting beliung Suratmo Semarang viral di media sosial Jumat (24/7/2026). Pusaran angin menyerupai puting beliung melintas di Jalan Suratmo, Kota Semarang, sekitar pukul 12.50 WIB di depan Rumah Makan RnB Grill.
Unggahan akun Instagram @kejadiansmg memperlihatkan pusaran kecil di tengah jalan mengangkat debu, daun, dan material ringan. Seorang petugas parkir berrompi hijau berdiri di tepi jalan mengamati. Sejumlah kendaraan melaju hati-hati atau berhenti sejenak. Caption akun: “Angin puting beliung menyerang. Hati-hati lur, siang tadi di depan RnB Grill Suratmo.”

Penjelasan BMKG soal Puting Beliung Suratmo Semarang
Koordinator Bidang Observasi dan Informasi Stasiun Meteorologi Ahmad Yani Semarang, Giyarto, menjelaskan Jawa Tengah mendekati puncak musim kemarau sehingga dinamika atmosfer memengaruhi kecepatan angin. “Saat ini sudah mendekati puncak kemarau sehingga perbedaan tekanan di BBU dan BBS cukup lebar. Salah satu sebabnya adalah itu,” katanya kepada Kompas.com.
Menurutnya, kombinasi perbedaan tekanan antara belahan bumi utara (BBU) dan belahan bumi selatan (BBS) plus bibit siklon tropis di wilayah utara dapat memicu angin lebih kencang di sejumlah daerah, termasuk Kota Semarang. “Dan adanya bibit Siklon Tropis di BBU juga dapat meningkatkan kecepatan angin di wilayah kita,” ujarnya.
Catatan Editorial
Istilah “puting beliung” di media sosial menggambarkan penampakan visual pusaran. Klasifikasi meteorologi formal membutuhkan verifikasi lebih lanjut. Liputan ini memakai frasa “menyerupai puting beliung” sesuai deskripsi video dan penjelasan angin kencang dari BMKG, tanpa mengklaim kerusakan bangunan besar yang tidak disebutkan sumber.
Apa yang Bisa Dilakukan Warga?
- Waspada angin kencang saat kemarau, amankan benda ringan di luar rumah
- Pengendara kurangi kecepatan saat melihat debu berputar di jalan
- Pantau info resmi BMKG Stasiun Ahmad Yani Semarang
Baca juga isu cuaca dan kota di amblesan tanah Semarang dan tanggul laut Semarang. Sumber: kompas.com.
Fenomena puting beliung suratmo semarang menjadi contoh bagaimana video singkat bisa memicu perhatian luas, sementara penjelasan ilmiah membantu meredam panik. Musim kemarau 2026 di Jateng memang diwarnai suhu tinggi dan angin lebih aktif di sejumlah titik pantura dan kota.
Pengelola restoran dan parkir di Suratmo diimbau menyiagakan penutup tenda dan rambu sementara jika angin kencang berulang. Pemerintah kota dapat memanfaatkan laporan warga di medsos sebagai early warning nonformal, lalu dikonfirmasi ke BMKG.
Dikutip dari sumber: kompas.com

