Kirim Artikel

10 SD Sisa Rombel SPMB Semarang Usai Fase Pertama, Kuota Masih Banyak!

SD sisa rombel SPMB Semarang

10 SD Sisa Rombel SPMB Semarang Setelah Fase Pertama, Ini Daftarnya

Setelah seleksi penerimaan murid baru (SPMB) fase pertama untuk jenjang SD di Kota Semarang resmi ditutup pada 12 Juni 2026 lalu, ternyata masih ada sejumlah sekolah dasar negeri yang memiliki sisa kuota rombel cukup besar. Data dari Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Semarang menunjukkan bahwa setidaknya ada 10 SD negeri dengan sisa kuota lebih dari satu rombel penuh. Kondisi ini menjadi perhatian tersendiri mengingat proses pendaftaran belum sepenuhnya rampung dan fase lanjutan masih berjalan.

SPMB fase pertama untuk tingkat SD di Kota Semarang telah berlangsung sejak 8 hingga 12 Juni 2026. Meski ribuan orang tua sudah mendaftarkan anak mereka, beberapa sekolah negeri nyatanya masih menyisakan cukup banyak kuota kosong. Fenomena SD sisa rombel SPMB Semarang ini tentu menjadi peluang bagi masyarakat yang belum sempat mendaftar atau sedang mencari sekolah dasar negeri untuk buah hatinya.

Daftar Lengkap SD Sisa Rombel SPMB Semarang dengan Kuota Terbanyak

Berdasarkan data resmi dari Dinas Pendidikan Kota Semarang, berikut adalah 10 sekolah dasar negeri yang masih memiliki sisa kuota terbanyak setelah SPMB fase pertama:

  • SDN Tambangan 02 (Kecamatan Mijen): 41 siswa
  • SDN Gisikdrono 03 (Kecamatan Semarang Barat): 39 siswa
  • SDN Karanganyar Gunung 01 (Kecamatan Candisari): 39 siswa
  • SDN Tambak Aji 04 (Kecamatan Ngaliyan): 35 siswa
  • SDN Krobokan (Kecamatan Semarang Barat): 34 siswa
  • SDN Candi 01 (Kecamatan Candisari): 34 siswa
  • SDN Tambak Aji 05 (Kecamatan Ngaliyan): 34 siswa
  • SDN Jomblang 03 (Kecamatan Candisari): 32 siswa
  • SDN Barusari 01 (Kecamatan Semarang Selatan): 31 siswa
  • SDN Kuningan 02 (Kecamatan Semarang Utara): 30 siswa

Dari daftar tersebut, SDN Tambangan 02 di Kecamatan Mijen menempati posisi teratas dengan sisa kuota mencapai 41 siswa. Angka ini setara dengan lebih dari satu rombel penuh, mengingat kapasitas standar setiap rombel di SD negeri adalah 28 siswa. Selisih antara kuota tersisa di SDN Tambangan 02 dengan kapasitas satu rombel bahkan mencapai 13 siswa, atau hampir setengah dari jumlah ideal satu rombel.

Di posisi kedua dan ketiga, ada SDN Gisikdrono 03 di Semarang Barat dan SDN Karanganyar Gunung 01 di Candisari, masing-masing dengan sisa kuota 39 siswa. Kedua sekolah ini juga memiliki kekosongan yang signifikan, yaitu lebih dari satu rombel penuh. Sementara itu, tiga sekolah berada di angka yang sama, yaitu 34 siswa, yakni SDN Krobokan, SDN Candi 01, dan SDN Tambak Aji 05.

Pola penyebaran sekolah dengan sisa kuota ini cukup menarik untuk dicermati. Kecamatan Candisari memiliki tiga sekolah dalam daftar, yakni SDN Karanganyar Gunung 01, SDN Candi 01, dan SDN Jomblang 03. Kecamatan Ngaliyan juga menyumbang dua sekolah, yaitu SDN Tambak Aji 04 dan SDN Tambak Aji 05. Konsentrasi sisa kuota di dua kecamatan ini bisa jadi mengindikasikan adanya pergeseran preferensi orang tua di area tersebut.

Mengapa Banyak SD Sisa Rombel SPMB Semarang? Ini Penjelasan Disdik

Kepala Seksi Pengembangan SD pada Dinas Pendidikan Kota Semarang, Aji Nur Setiawan, memberikan penjelasan terkait fenomena ini. Menurutnya, penyebab utama sisa kuota rombel yang cukup besar di beberapa sekolah adalah adanya penambahan jumlah rombel dibandingkan tahun sebelumnya.

“Itu biasanya fenomenanya karena, misalnya tahun lalu membuka dua rombel, tahun ini terus membuka jadi tiga. Jadi mungkin karena biasanya dua jadi tiga, terus terlalu banyak sisa.”

Artinya, beberapa sekolah yang sebelumnya hanya membuka dua rombel per tahun kini menambah jumlah rombel menjadi tiga. Keputusan penambahan rombel ini diambil berdasarkan proyeksi jumlah pendaftar yang masuk. Namun, kenyataannya antara proyeksi dan realisasi pendaftaran tidak selalu berjalan beriringan, sehingga terjadilah sisa kuota yang cukup melimpah.

Selain penambahan rombel, ada beberapa faktor lain yang turut menyumbang sisa kuota di sekolah-sekolah tersebut. Pertama, demografi penduduk di sekitar sekolah mungkin mengalami penurunan jumlah anak usia sekolah. Kedua, sebagian orang tua lebih memilih mendaftarkan anaknya ke sekolah swasta atau Madrasah Ibtidaiyah (MI) yang dianggap lebih sesuai dengan preferensi mereka. Ketiga, akses transportasi dan jarak tempuh ke sekolah juga menjadi pertimbangan tersendiri bagi para orang tua.

SPMB Lanjutan Jadi Peluang untuk Isi Sisa Kuota

Bagi masyarakat yang belum sempat mendaftarkan anaknya pada fase pertama, masih ada kesempatan melalui SPMB lanjutan. Proses pendaftaran tahap kedua ini dibuka mulai 17 hingga 24 Juni 2026. Melalui tahap lanjutan ini, semua sisa kuota di sekolah-sekolah yang masih kosong bisa terisi secara bertahap.

Dengan durasi pendaftaran selama satu minggu penuh, para orang tua memiliki waktu yang cukup untuk mempertimbangkan pilihan sekolah. Khususnya bagi mereka yang anaknya belum lolos pada fase pertama atau yang baru saja pindah ke Kota Semarang, kesempatan ini sangat sayang untuk dilewatkan.

Pendaftar Luar Kota Dapat Ikut SPMB Lanjutan dengan Syarat Ketat

Aji Nur Setiawan memastikan bahwa proses SPMB lanjutan tetap mengutamakan warga Kota Semarang terlebih dahulu. Untuk pendaftar dari luar kota Semarang, ada syarat khusus yang harus dipenuhi. Mereka hanya diperbolehkan mengisi sisa kuota apabila seluruh pendaftar dari dalam kota sudah terakomodasi dan masih terdapat kursi kosong yang tersedia.

Kebijakan ini menunjukkan bahwa Dinas Pendidikan Kota Semarang tetap menjaga prioritas bagi warganya sendiri. Meski demikian, pintu tetap terbuka bagi pendaftar dari luar kota dengan catatan kuota benar-benar masih tersisa setelah semua calon siswa dari dalam kota Semarang terlayani.

Sementara itu, di tingkat provinsi, Pemerintah Provinsi Jawa Tengah dikabarkan belum melakukan finalisasi terhadap kuota pendaftar SPMB tahun 2026. Hal ini berarti ada kemungkinan adanya penyesuaian lebih lanjut terkait jumlah kuota yang dapat diterima di masing-masing sekolah.

Orang Tua Diimbau Segera Manfaatkan Sisa Kuota

Melihat kondisi ini, para orang tua di Kota Semarang yang masih mencari sekolah untuk anaknya sangat disarankan untuk segera memanfaatkan kesempatan SPMB lanjutan. Dengan sisa kuota yang masih cukup besar di 10 sekolah tersebut, peluang untuk diterima di sekolah negeri pilihan tetap terbuka lebar. Apalagi beberapa sekolah masih memiliki lebih dari satu rombel kosong yang bisa diisi.

Proses pendaftaran SPMB lanjutan sendiri dilakukan secara langsung di masing-masing sekolah tujuan. Orang tua disarankan untuk membawa dokumen yang diperlukan seperti akta kelahiran anak, Kartu Keluarga (KK), serta dokumen pendukung lainnya sesuai ketentuan yang berlaku di masing-masing sekolah. Sebaiknya, datang lebih awal untuk menghindari antrean panjang menjelang penutupan pendaftaran.


Dikutip dari: Tribun Jateng

Disusun oleh Redaksi YukTalk.