Kirim Artikel

UMKM Desa Sumowono Semarang Berkembang Pesat Berkat Program Desa Brilian BRI, Omzet Naik 5x Lipat dalam 2 Tahun

SEMARANG – Program Desa Brilian yang digagas PT Bank Rakyat Indonesia (BRI) menunjukkan hasil gemilang di Desa Sumowono, Kecamatan Bandungan, Kabupaten Semarang. Dalam 2 tahun terakhir, UMKM desa ini berkembang pesat, dengan omzet rata-rata naik 5x lipat, dari sekitar Rp50 juta per bulan menjadi Rp250 juta per bulan.

Kepala Desa Sumowono, H. Sulistyono, mengatakan bahwa program Desa Brilian telah mengubah wajah ekonomi desanya. Dari yang semula minim aktivitas ekonomi, kini desanya menjadi sentra UMKM yang ramai dan produktif.

“Sebelum ada Desa Brilian, UMKM kami jalan di tempat. Tidak ada modal, tidak ada pembinaan, tidak ada akses pasar. Sekarang, semuanya berubah. Anak-anak muda kembali ke desa untuk berwirausaha,” ujar Sulistyono.

Program Desa Brilian sendiri adalah inisiatif BRI untuk mengembangkan desa-desa di Indonesia menjadi pusat pertumbuhan ekonomi berbasis potensi lokal. Diluncurkan sejak 2020, program ini sudah menyasar lebih dari 4.500 desa di Indonesia.

Di Desa Sumowono, program ini dimulai pada 2024. Setelah 2 tahun berjalan, hasilnya sangat signifikan.

Cerita Sukses UMKM Binaan

Tidak sedikit UMKM Desa Sumowono yang sukses setelah dibina BRI. Berikut beberapa di antaranya:

  1. Kerupuk Sayur Mbak Marni (45) – Berjualan kerupuk yang terbuat dari sayur-sayuran lokal. Sebelum dibina, omzet Rp3 juta per bulan. Sekarang naik menjadi Rp25 juta per bulan. Produknya bahkan sudah dipasarkan ke supermarket di Semarang dan Solo.

“Yang paling berharga dari pembinaan BRI adalah ilmu tentang kemasan, branding, dan pemasaran. Sekarang produk saya punya label, izin PIRT, dan akun Instagram,” kata Marni.

  1. Madu Hutan Pak Hartono (52) – Memanen madu dari hutan sekitar Sumowono. Dulu dijual mentah, sekarang diolah menjadi madu premium dengan berbagai varian. Omzet naik dari Rp5 juta menjadi Rp30 juta per bulan.

“Pelatihan dari BRI mengajarkan saya bahwa produk lokal bisa berkualitas ekspor. Sekarang madu saya ada yang dikirim ke Jakarta dan Surabaya,” ujar Hartono.

  1. Kerajinan Enceng Gondok Bu Yatmi (40) – Mengolah enceng gondok menjadi tas, topi, dan alas kaki. Kemitraan dengan BRI membuat kualitas produk meningkat dan pemasarannya meluas.

“Sebelum dibina, saya jual enceng gondok mentah. Sekarang diolah jadi kerajinan bernilai tinggi. Omzet naik 8x lipat,” kata Yatmi.

  1. Café Kopi Desa Mbak Dian (29) – Generasi muda yang kembali ke desa untuk membuka café. Menyuplai kopi dari petani lokal dan makanan ringan produksi UMKM tetangga. Café-nya menjadi jujugan wisatawan.

“Anak muda kota banyak yang datang ke café saya. Mereka cari suasana desa yang asri dan kopi yang otentik. Omzet Rp15-20 juta per bulan, lumayan,” ujar Dian.

  1. Petani Strawberry Pak Karjo (60) – Petani strawberry yang bermitra dengan BRI untuk wisata petik草莓 (strawberry). Kebunnya menjadi jujugan wisata edukasi, dengan omzet puluhan juta per bulan.

“Strawberry dulu cuma dijual ke tengkulak. Sekarang dijual langsung ke pengunjung yang datang petik sendiri. Untungnya 3x lipat,” kata Karjo.

Mekanisme Program Desa Brilian

Program Desa Brilian memiliki beberapa pilar utama:

  1. Pendampingan dan Pembinaan – BRI mengirim pendamping UMKM ke desa untuk melakukan pelatihan rutin. Materi: manajemen keuangan, produksi, pemasaran, branding, dan legalitas usaha.
  1. Akses Permodalan – UMKM yang sudah dibina dapat mengajukan KUR (Kredit Usaha Rakyat) atau Kupedes (Kredit Umum Pedesaan) dengan bunga ringan.
  1. Akses Pasar – BRI menghubungkan UMKM dengan pasar yang lebih luas, termasuk marketplace, jaringan ritel, dan platform ekspor.
  1. Digitalisasi – UMKM didorong untuk go digital: memiliki akun marketplace, media sosial, dan menerima pembayaran digital.
  1. Pelatihan Berkelanjutan – BRI secara rutin mengadakan pelatihan, workshop, dan studi banding untuk UMKM.

Dampak ke Ekonomi Desa

Program Desa Brilian membawa dampak yang sangat positif bagi ekonomi Desa Sumowono:

  1. Penyerapan Tenaga Kerja – UMKM yang berkembang menyerap lebih banyak tenaga kerja. Sebelumnya, banyak pemuda desa yang pergi ke kota untuk bekerja. Sekarang, mereka kembali ke desa.
  1. Peningkatan Pendapatan – Pendapatan rata-rata keluarga petani/UMKM naik signifikan. Dari yang semula hanya bisa memenuhi kebutuhan dasar, sekarang bisa menyekolahkan anak lebih tinggi, membeli kendaraan, dan merenovasi rumah.
  1. Keragaman Ekonomi – Tidak hanya sektor pertanian, sekarang juga tumbuh sektor jasa (pariwisata, kafe, homestay) dan industri kreatif (kerajinan, fashion, digital).
  1. Mengurangi Urbanisasi – Dengan ekonomi desa yang berkembang, urbanisasi bisa ditekan. Pemuda-pemuda tidak perlu lagi merantau ke kota.
  1. Pelestarian Lingkungan – UMKM yang berkembang dengan basis sumber daya lokal mendorong pelestarian lingkungan. Wisata草莓, misalnya, mendorong petani untuk menjaga kebunnya.

Pariwisata sebagai Penggerak

Salah satu dampak positif Program Desa Brilian di Sumowono adalah berkembangnya sektor pariwisata. Desa yang terletak di kaki Gunung Ungaran ini punya potensi wisata yang luar biasa: udara sejuk, pemandangan alam, dan kultur pedesaan yang masih asli.

Wisata yang berkembang antara lain: petik草莓, agrowisata, homestay, trekking, dan café tematik. Akhir pekan, ribuan wisatawan datang ke Sumowono.

“Sebelum ada Desa Brilian, Sumowono hanya jadi singgahan. Sekarang jadi destinasi. Wisatawan datang, menginap, belanja produk UMKM, dan menikmati suasana desa,” kata Sulistyono.

Peluang dan Tantangan

Tentu saja, ada peluang dan tantangan yang masih harus dihadapi:

  1. Peluang – Pasar ekspor untuk produk UMKM, wisata minat khusus, dan kolaborasi dengan desa-desa lain.
  1. Tantangan – Persaingan dengan produk luar, perubahan iklim yang mengganggu pertanian, dan regenerasi pelaku UMKM.

BRI sendiri terus berkomitmen untuk mendampingi UMKM Desa Sumowono. Program jangka panjang sedang disiapkan, termasuk kemungkinan ekspor produk UMKM Sumowono ke mancanegara.

Apresiasi dari Berbagai Pihak

Keberhasilan Desa Brilian di Sumowono mendapat apresiasi dari berbagai pihak:

  • Kementerian Desa PDTT – “Sumowono adalah model pengembangan desa berbasis UMKM. Akan kami replikasi di desa-desa lain.”
  • Pemkab Semarang – “Ini adalah bukti bahwa pendekatan partisipatif BRI berhasil. Sinergi pemerintah dan swasta seperti ini yang dibutuhkan.”
  • Bappeda Jateng – “Sumowono adalah laboratorium desa untuk pengembangan ekonomi lokal.”

Penantian Menuju Desa Mandiri

Target berikutnya, Desa Sumowono menjadi Desa Mandiri. Indikatornya: pendapatan per kapita di atas rata-rata, indeks desa membangun di atas 0,8, dan UMKM yang ekspor.

“Kami optimistis, dalam 3-5 tahun ke depan, Sumowono bisa menjadi Desa Mandiri. Program Desa Brilian akan terus kami optimalkan,” ujar Sulistyono.

Penutup

Kisah sukses UMKM Desa Sumowono adalah bukti bahwa program yang tepat sasaran bisa mengubah wajah desa. Dari yang awalnya tertinggal, kini Sumowono menjadi desa yang mandiri, produktif, dan sejahtera.

Kunci keberhasilannya: kombinasi pendampingan, permodalan, dan akses pasar. BRI tidak hanya memberi ikan, tapi juga memberikan pancing dan mengajarkan cara memancing.

Semoga semakin banyak desa yang terinspirasi dan terberdayakan. Indonesia yang sejahtera dimulai dari desa yang sejahtera.

Testimoni dari BRI

Keberhasilan Desa Brilian di Sumowono juga menjadi kebanggaan bagi BRI. Berikut testimoni dari beberapa pihak di BRI:

  1. Sunarso, Direktur Utama BRI – “Program Desa Brilian adalah bukti bahwa perbankan bisa menjadi agen perubahan sosial. Sumowono adalah salah satu bukti nyatanya.”
  1. Supari, Pemimpin Cabang BRI Ungaran – “Kami bangga melihat perkembangan UMKM Sumowono. Mereka bukan hanya nasabah, tapi juga mitra kami.”
  1. Yusuf, Mantri BRI – “Saya turun langsung ke desa, mendata UMKM, dan mendampingi mereka. Pahit dan manisnya pendampingan, saya yang merasakan.”

BRI sendiri sudah menargetkan 6.000 desa akan terlibat dalam Program Desa Brilian pada 2027. Sumowono akan menjadi salah satu benchmark-nya.

Strategi Replikasi ke Desa Lain

Keberhasilan Sumowono direplikasi ke beberapa desa lain di Jawa Tengah:

  1. Desa Candirejo, Magelang – Desa wisata yang dikembangkan dengan pendekatan Desa Brilian.
  2. Desa Bejiharjo, Gunung Kidul – Desa dengan potensi budaya Jawa yang kaya.
  3. Desa Tinalah, Kulon Progo – Desa dengan potensi pertanian organik.
  4. Desa Pentingsari, Sleman – Desa wisata budaya yang sudah maju.
  5. Desa Ngadas, Malang – Desa wisata di kawasan Bromo.

Setiap desa punya pendekatan yang berbeda, sesuai potensi lokalnya. Prinsipnya sama: memberdayakan ekonomi berbasis potensi lokal.

Sinergi dengan Program Pemerintah

Program Desa Brilian BRI juga disinergikan dengan beberapa program pemerintah:

  1. PNPM – Program Nasional Pemberdayaan Masyarakat
  2. BUMDes – Badan Usaha Milik Desa
  3. KUR – Kredit Usaha Rakyat
  4. Koperasi – Pembentukan koperasi desa
  5. Vokasi – Pelatihan vokasi dari Kementerian Ketenagakerjaan

Sinergi ini memperkuat dampak program, karena sumber daya yang digerakkan lebih besar.

Harapan untuk Generasi Muda

Program Desa Brilian juga menjadi jawaban atas kekhawatiran urbanisasi dan brain drain di desa. Dengan ekonomi yang berkembang, pemuda tidak perlu pergi ke kota.

“Saya berharap semakin banyak generasi muda yang kembali ke desa, membangun ekonomi lokal, dan menjadi agen perubahan. Desa yang maju adalah Indonesia yang maju,” kata Dony, salah satu pemuda Desa Sumowono.

Pelajaran yang Bisa Dipetik

Kisah sukses Desa Sumowono menyimpan banyak pelajaran berharga:

  1. Pendampingan Berkelanjutan – BRI tidak hanya memberikan modal, tapi juga pendampingan. Inilah yang membedakan program CSR biasa dengan Desa Brilian.
  1. Potensi Lokal – Setiap desa punya potensi unik. Sumowono berhasil mengidentifikasi potensinya (pertanian, kerajinan, wisata) dan mengembangkannya.
  1. Kolaborasi Multipihak – Keberhasilan tidak lepas dari kolaborasi BRI, pemerintah, dan masyarakat. Pendekatan partisipatif ini lebih efektif.
  1. Akses Pasar – Memberikan akses pasar (bahkan ekspor) lebih penting daripada sekadar memberikan modal.
  1. Dokumentasi – Setiap kisah sukses didokumentasikan dengan baik, menjadi referensi untuk desa lain.

Penutup


Disusun oleh: Tim Redaksi YukTalk.id

Ikuti Instagram @yuk.talk untuk update berita terkini