Kirim Artikel

USM Terjunkan Delapan Tim Evakuasi Bantu Warga Korban Banjir di Desa Pilangwetan Demak

Dikutip dari Tribun Jateng – Rektor Universitas Semarang (USM), Dr. Supari, S.T., M.T., menerjunkan delapan tim evakuasi untuk membantu warga korban banjir di Desa Pilangwetan, Kecamatan Kebonagung, Kabupaten Demak, pada Senin malam, 16 Februari 2026. Aksi ini menjadi bagian dari respons cepat sivitas akademika USM terhadap bencana yang melanda wilayah Pantura Demak.

Respons Cepat Sivitas Akademika

Keputusan menerjunkan delapan tim evakuasi diambil Rektor Dr. Supari tak lama setelah menerima laporan kondisi banjir di Desa Pilangwetan. Setiap tim berisi gabungan relawan mahasiswa, khususnya yang aktif di Unit Kegiatan Mahasiswa KSR dan organisasi kemahasiswaan lainnya, untuk membantu proses evakuasi warga ke tempat yang lebih aman.

Selain evakuasi warga, tim USM juga memberikan bantuan penanganan darurat di titik-titik terdampak, termasuk pendampingan lansia, anak-anak, dan balita yang harus meninggalkan rumah mereka. Rektor Dr. Supari menegaskan bahwa USM hadir di tengah masyarakat yang sedang tertimpa musibah sebagai bentuk tanggung jawab sosial perguruan tinggi.

Kolaborasi dengan Tim Medis, TNI, dan Polri

Sebelumnya, mahasiswa USM bersama tim Med A, TNI, Polri, dan relawan gabungan juga telah turun ke lokasi banjir di Desa Gulang, Kabupaten Kudus, untuk mengevakuasi warga ke posko pengungsian. Pola kolaborasi lintas lembaga ini menjadi standar operasi USM saat menangani bencana di wilayah sekitar Semarang.

Selain evakuasi, USM juga pernah memberikan layanan trauma healing bagi warga terdampak banjir di Posko Payaman, Kudus. Layanan ini ditujukan untuk membantu warga, khususnya anak-anak, agar segera pulih dari tekanan psikologis pascabanjir.

Catatan Kepekaan Kampus terhadap Bencana

Aksi USM di Demak dan Kudus menjadi catatan penting bagaimana kampus bisa mengambil peran langsung saat bencana terjadi, bukan hanya menjadi penonton. Pelibatan Unit Kegiatan Mahasiswa dan organisasi mahasiswa seperti KSR PMI Unit USM memperlihatkan bahwa gerakan kerelawanan mahasiswa tidak berhenti pada pelatihan di kampus, melainkan bisa langsung dirasakan manfaatnya di lapangan.

Dengan pola ini, USM menunjukkan bahwa kepedulian terhadap korban banjir merupakan bagian dari karakter kampus yang perlu terus dipupuk, terutama di wilayah Pantura Jawa Tengah yang rawan terdampak luapan sungai dan tanggul jebol.


Disusun oleh: Tim Redaksi YukTalk.id

Ikuti Instagram @yuk.talk untuk update berita terkini