Dikutip dari Tribun Jateng – Proses verifikasi dan validasi berkas Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) di SMAN 11 Semarang memicu keluhan dari para wali murid. Antrean yang ludes sejak dini hari membuat banyak pendaftar gagal mendapatkan nomor antrean meski sudah datang pagi-pagi.
Keluhan Viral di Media Sosial
Keluhan pertama kali muncul dari seorang wali murid yang mengunggah pengalamannya di grup Facebook “Curhat Warga Semarang” yang memiliki ribuan anggota. Dalam unggahannya, wali murid tersebut bercerita bahwa anaknya datang ke SMAN 11 pada jam 9 pagi di hari kedua verifikasi, namun nomor antrean sudah habis.
“Jadwal verifikasi/validasi dokumen pada hari kedua, anak saya datang di SMAN 11 pada jam 9 dan saat ambil nomor antrian diberitaukan kepada panitia bahwa nomor antrean sudah habis,” tulis wali murid tersebut dikutip dari Tribun Jateng, Rabu (10/6/2026).
Tidak menyerah, di hari berikutnya sang anak datang lebih awal. Namun tetap saja, antrean sudah habis sebelum ia tiba. Kejadian ini memicu kekecewaan dan protes dari para wali murid lainnya yang mengalami nasib serupa.
Respons SMAN 11 Semarang
Panitia SPMB SMAN 11 Semarang akhirnya angkat bicara menanggapi keluhan yang viral tersebut. Pihak sekolah menjelaskan bahwa tingginya jumlah pendaftar menjadi penyebab utama antrean membeludak sejak dini hari.
Menurut panitia, antusiasme masyarakat untuk mendaftarkan anaknya ke SMAN 11 Semarang sangat tinggi tahun ini. Jumlah pendaftar jauh melebihi kapasitas kuota nomor antrean yang disiapkan setiap harinya, sehingga wajar jika antrean ludes sangat cepat.
Konteks SPMB Jawa Tengah 2026
Proses verifikasi berkas SPMB Jawa Tengah tahun ajaran 2026/2027 berlangsung sejak 3 Juni hingga 13 Juni 2026. Tahapan ini merupakan bagian dari rangkaian penerimaan murid baru di SMA dan SMK negeri seluruh Jawa Tengah.
SPMB Jateng memang selalu menjadi momen yang dinanti sekaligus menegangkan bagi para siswa dan orang tua. Persaingan untuk masuk ke sekolah negeri favorit sangat ketat. Sebagai gambaran, pada SPMB tahun 2025 lalu, tercatat lebih dari 329.000 siswa terdaftar, namun lebih dari 93.000 di antaranya dipastikan tidak dapat masuk ke SMA/SMK negeri karena keterbatasan kuota.
Panduan Menyampaikan Keluhan
Merespons berbagai keluhan yang muncul, JPNN Jateng merilis panduan cara menyampaikan keluhan SPMB 2026. Para wali murid diimbau untuk menyampaikan keluhan melalui saluran resmi yang telah disediakan oleh Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Jawa Tengah.
Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi sebelumnya juga telah meninjau posko SPMB dan menekankan pentingnya profesionalisme dalam proses penerimaan murid baru. Pemerintah provinsi berkomitmen untuk memastikan proses SPMB berjalan transparan dan adil bagi seluruh calon peserta didik.
Disusun oleh: Tim Redaksi YukTalk.id

