Dikutip dari IDNTIMES JATENG – Wali Kota Semarang Agustina Wilujeng memaparkan enam prioritas pembangunan Kota Semarang untuk tahun anggaran 2026 dalam acara Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) 2026, yang digelar di Gumaya Tower Hotel, Senin (30/6/2025).
Enam prioritas ini menjadi panglima dalam penyusunan APBD 2026 dan menjadi acuan bagi seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) dalam merencanakan program dan kegiatan. Filosofi yang diangkat adalah “Semarang untuk Semua”, dengan fokus utama pada kesejahteraan warga dan keberlanjutan lingkungan.
“RKPD 2026 adalah dokumen penting yang akan menentukan arah pembangunan Semarang dalam satu tahun ke depan. Kami menyusunnya dengan mempertimbangkan aspirasi warga, data empiris, dan tantangan ke depan,” ujar Agustina dalam paparannya.
Musrenbang RKPD 2026 dihadiri oleh seluruh kepala OPD, camat, lurah, tokoh masyarakat, akademisi, pelaku usaha, dan perwakilan komunitas. Total peserta mencapai 600 orang.
Enam Prioritas Pembangunan Semarang 2026
Berikut enam prioritas pembangunan Kota Semarang tahun 2026:
1. Ketahanan Pangan Berkelanjutan
Prioritas pertama adalah pembangunan ketahanan pangan yang berkelanjutan. Semarang sebagai kota metropolitan tidak bisa mengabaikan pentingnya ketersediaan pangan untuk 1,7 juta warganya.
Program-program yang akan dijalankan antara lain: pengembangan urban farming di 50 kelurahan, penguatan lumbung pangan desa, diversifikasi pangan lokal, dan pendampingan petani.
“Kami ingin Semarang tidak bergantung pada pasokan dari luar daerah. Potensi lokal harus dioptimalkan. Lahan-lahan tidur bisa dimanfaatkan untuk pertanian,” jelas Agustina.
2. Smart City dan Transformasi Digital
Prioritas kedua adalah pengembangan smart city yang humanis. Konsep smart city yang dibangun bukan sekadar canggih secara teknologi, tapi juga memberi manfaat langsung ke warga.
Beberapa program unggulan: aplikasi “Semarang Pintar” yang mengintegrasikan layanan publik, smart transportation dengan BRT yang lebih efisien, smart parking, dan smart government untuk transparansi anggaran.
“Teknologi harus memudahkan warga, bukan mempersulit. Setiap aplikasi yang kami buat harus diuji coba dengan melibatkan warga,” tegas Agustina.
3. Layanan Kesehatan Universal
Prioritas ketiga adalah peningkatan layanan kesehatan. Semarang sudah mencapai Universal Health Coverage (UHC) 100 persen, artinya semua warga sudah punya jaminan kesehatan. Tapi kualitas pelayanannya yang terus diperbaiki.
Program-program: penambahan dokter spesialis di puskesmas, modernisasi alat kesehatan, peningkatan kualitas rumah sakit tipe D, dan program pencegahan stunting.
“Angka stunting Semarang sudah turun dari 18 persen menjadi 11 persen dalam 3 tahun. Kami targetkan turun lagi menjadi 8 persen di 2026,” ujar Kepala Dinkes Abdul Hakam.
4. Pendidikan Berkualitas dan Merata
Prioritas keempat adalah pemerataan kualitas pendidikan. Tidak hanya soal gedung sekolah yang bagus, tapi juga kualitas guru, kurikulum, dan akses pendidikan.
Program: pelatihan guru berkelanjutan, digitalisasi sekolah, beasiswa untuk siswa berprestasi dari keluarga prasejahtera, dan pengembangan SMK berbasis industri.
“Kualitas pendidikan adalah investasi jangka panjang. Generasi hari ini adalah pemimpin masa depan,” tutur Agustina.
5. Pembangunan Infrastruktur Berkelanjutan
Prioritas kelima adalah pembangunan infrastruktur yang berkelanjutan. Termasuk di dalamnya: jalan, jembatan, drainase, ruang terbuka hijau, dan transportasi publik.
Program: pembangunan 15 jalan baru, rehabilitasi 50 ruas jalan rusak, pembangunan 5 jembatan, normalisasi 12 sungai, dan penambahan 100 unit armada BRT.
“Infrastruktur yang baik akan menopang pertumbuhan ekonomi dan kenyamanan warga,” kata Kepala Dinas Pekerjaan Umum, Suwarto.
6. Ekonomi Kreatif dan UMKM
Prioritas keenam adalah pengembangan ekonomi kreatif dan UMKM. Semarang punya potensi besar di sektor kreatif, kuliner, fashion, dan digital.
Program: pelatihan UMKM, bantuan modal, pameran produk lokal, festival ekonomi kreatif, dan inkubator bisnis.
“Kami ingin UMKM naik kelas. Tidak hanya bertahan, tapi juga go nasional dan go global,” tegas Agustina.
Lima Pilar Transformasi Semarang
Selain enam prioritas, Agustina juga menyinggung lima pilar transformasi Semarang yang menjadi payung besar pembangunan:
1. Fiskal Sehat – Mengelola keuangan daerah secara sehat, defisit terjaga, utang rendah, dan belanja tepat sasaran.
2. IPM Tinggi – Meningkatkan Indeks Pembangunan Manusia yang sudah tertinggi di Jawa Tengah.
3. Stunting Rendah – Menurunkan prevalensi stunting menjadi di bawah 10 persen.
4. UHC 100 Persen – Mempertahankan jaminan kesehatan semesta dan meningkatkan kualitasnya.
5. Investasi Nyaman – Menciptakan iklim investasi yang menarik, dengan perizinan mudah dan kepastian hukum.
“Lima pilar ini adalah jangkar kami. Pembangunan 2026 akan mengacu pada pilar-pilar ini,” jelas Agustina.
Partisipasi Warga dalam Musrenbang
Menariknya, Musrenbang RKPD 2026 juga melibatkan partisipasi aktif warga. Sebelum acara puncak, sudah dilakukan Musrenbang di 16 kecamatan, 177 kelurahan, dan 1.270 RW. Total ada 8.500 usulan yang masuk dari warga.
Usulan-usulan tersebut kemudian diseleksi dan disinergikan dengan prioritas pemkot. Tidak semua usulan bisa diakomodasi, tapi semuanya sudah dipertimbangkan.
Konsultasi dengan Pemerintah Provinsi dan Pusat
Enam prioritas ini juga sudah dikoordinasikan dengan Pemerintah Provinsi Jawa Tengah dan pemerintah pusat. Hal ini penting untuk memastikan tidak terjadi tumpang tindih program dan anggaran bisa saling melengkapi.
Gubernur Jateng Ahmad Luthfi mengapresiasi langkah pemkot Semarang. “Kota Semarang adalah barometer pembangunan di Jawa Tengah. Kami akan support penuh,” kata Luthfi saat menerima kunjungan Agustina.
Harapan ke Depan
Dengan enam prioritas yang sudah matang, Agustina berharap 2026 menjadi tahun akselerasi. Bukan sekadar rencana di atas kertas, tapi benar-benar terasa dampaknya di warga.
“Target saya sederhana: warga Semarang hidup lebih sejahtera, lebih sehat, lebih pintar, dan lebih bahagia. Itu saja,” tegas Agustina.
Ia juga meminta dukungan semua pihak untuk mengawal implementasi. “Pembangunan bukan hanya tugas pemerintah. Butuh sinergi semua elemen: legislatif, swasta, akademisi, komunitas, dan warga biasa,” pesannya.
Enam prioritas pembangunan Semarang 2026 menunjukkan visi yang jelas dan terukur. Tidak ada visi yang muluk-muluk, tapi fokus pada kebutuhan dasar dan peningkatan kualitas hidup warga.
Tantangan ke depan adalah konsistensi eksekusi. Visi yang bagus tanpa eksekusi yang baik hanya akan jadi dokumen di lemari arsip. Mari kita kawal bersama agar Semarang benar-benar menjadi kota yang humanis, inklusif, dan sejahtera.
Pantau terus perkembangan pembangunan Semarang 2026 di website semarangkota.go.id dan media sosial resmi pemkot. Aspirasi dan masukan warga sangat dinanti untuk perbaikan ke depan.
Disusun oleh: Tim Redaksi YukTalk.id
Follow Instagram: @yuk.talk

