Dikutip dari Wapresri.go.id – Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka meninjau langsung pembangunan Jalan Tol Semarang–Demak Seksi I pada Minggu, 15 Februari 2026. Proyek Strategis Nasional (PSN) ini dirancang sebagai infrastruktur konektivitas sekaligus tanggul laut (Giant Sea Wall) untuk mengatasi banjir rob di Pantura Jawa.
Spesifikasi Proyek
Jalan Tol Semarang–Demak Seksi I membentang sepanjang 10,39 km dari Kaligawe, Kota Semarang, hingga Sayung, Kabupaten Demak. Total investasi mencapai Rp10,9 triliun yang terbagi dalam tiga paket pekerjaan: Paket 1A senilai Rp2,02 triliun, Paket 1B Rp6,84 triliun, dan Paket 1C Rp2,11 triliun.
Progres konstruksi per Juni 2025 telah mencapai 42,81 persen dengan target rampung pada Kuartal II 2027.
Fungsi Ganda: Tol dan Giant Sea Wall
Tidak hanya sebagai jalur transportasi, tol ini juga berfungsi sebagai Giant Sea Wall yang terintegrasi dengan Kolam Retensi Terboyo dan Kolam Retensi Sriwulan. Struktur ini dirancang untuk mengendalikan banjir rob dan banjir non-rob yang kerap melanda kawasan pesisir Semarang Utara dan Demak.
Instruksi Wapres
Dalam kunjungannya, Wapres Gibran mendorong percepatan konstruksi dan memberi perhatian khusus pada optimalisasi kolam retensi. “Gibran Instruksikan Tol Semarang-Demak Tuntas 2027,” dikutip dari Kompas, Senin (16/2/2026).
Selain Jakarta, kawasan Kendal–Semarang–Demak menjadi prioritas pembangunan Giant Sea Wall yang direncanakan membentang lebih dari 500 km sepanjang pesisir utara Jawa.
Kehadiran tol ini diprediksi akan mendongkrak perekonomian regional melalui peningkatan aksesibilitas dan solusi jangka panjang untuk permasalahan banjir rob.
Disusun oleh: Tim Redaksi YukTalk.id

