Kirim Artikel

Workshop Eco-Craftpreneur USM: 5 Fakta Menarik yang Menginspirasi Mahasiswa Cuan dari Kreativitas

workshop eco-craftpreneur

Dikutip dari ayosemarang.com — Upaya menumbuhkan semangat kewirausahaan di kalangan mahasiswa terus dilakukan, salah satunya melalui Workshop Eco-Craftpreneur USM yang diselenggarakan oleh Unit Kegiatan Mahasiswa Smart Partner Community (UKM SPC) Universitas Semarang (USM).

Kegiatan Workshop Eco-Craftpreneur USM yang digelar pada Jumat, 17 April 2026 di Ruang Teleconference Menara Lantai 8 ini menjadi wadah bagi mahasiswa untuk belajar sekaligus mempraktikkan keterampilan kreatif yang memiliki nilai ekonomi.


1. Workshop Eco-Craftpreneur USM Jadi Sarana Belajar dan Praktik Langsung

Dalam Workshop Eco-Craftpreneur USM ini, peserta tidak hanya menerima materi teori, tetapi juga langsung diajak membuat produk kerajinan.

Pemateri Silvia Echa M. membimbing peserta membuat gantungan kunci berbahan makrame yang memiliki potensi jual di pasaran.


2. Metode Praktik Membuat Pelatihan Lebih Interaktif

Pendekatan berbasis praktik dalam Workshop Eco-Craftpreneur USM membuat suasana pelatihan lebih interaktif dan mudah dipahami.

Peserta dapat mengetahui secara langsung proses pembuatan produk dari awal hingga siap digunakan.


3. Bekal Keterampilan untuk Peluang Usaha

Ketua Umum UKM SPC USM, Ulin Ni’mah, menyampaikan bahwa Workshop Eco-Craftpreneur USM bertujuan membekali mahasiswa dengan keterampilan yang bisa dikembangkan menjadi peluang usaha.

“Kami ingin mahasiswa tidak hanya mendapatkan teori, tetapi juga bisa langsung mempraktikkannya. Harapannya, keterampilan ini dapat menjadi peluang bisnis di masa depan,” ujarnya.


4. Mendorong Mahasiswa Lebih Kreatif dan Berani Memulai

Workshop Eco-Craftpreneur USM juga menjadi bagian dari upaya m enumbuhkan jiwa wirausaha di lingkungan kampus.

“Kami berharap peserta semakin kreatif dan berani memulai usaha, meskipun dimulai dari hal sederhana seperti kerajinan tangan,” tambahnya.


5. Banyak Manfaat dari Workshop Eco-Craftpreneur USM

Selain pengalaman praktik, peserta Workshop Eco-Craftpreneur USM juga memperoleh e-sertifikat, memperluas jaringan pertemanan, serta hasil karya yang bisa dijadikan produk awal.

Antusiasme peserta terlihat tinggi selama kegiatan berlangsung, terutama saat sesi praktik pembuatan makrame.


Kegiatan ini membuktikan bahwa peluang usaha tidak harus dimulai dari skala besar, melainkan bisa dari keterampilan sederhana yang dikembangkan secara konsisten.

Kegiatan yang digelar pada Jumat, 17 April 2026 di Ruang Teleconference Menara Lantai 8 ini menjadi wadah bagi mahasiswa untuk belajar sekaligus mempraktikkan keterampilan kreatif yang memiliki nilai ekonomi.


1. Workshop Jadi Sarana Belajar dan Praktik Langsung

Dalam workshop ini, peserta tidak hanya menerima materi teori, tetapi juga langsung diajak membuat produk kerajinan.

Pemateri Silvia Echa M. membimbing peserta membuat gantungan kunci berbahan makrame yang memiliki potensi jual di pasaran.


2. Metode Praktik Membuat Pelatihan Lebih Interaktif

Pendekatan berbasis praktik membuat suasana pelatihan lebih interaktif dan mudah dipahami.

Peserta dapat mengetahui secara langsung proses pembuatan produk dari awal hingga siap digunakan.


3. Bekal Keterampilan untuk Peluang Usaha

Ketua Umum UKM SPC USM, Ulin Ni’mah, menyampaikan bahwa kegiatan ini bertujuan membekali mahasiswa dengan keterampilan yang bisa dikembangkan menjadi peluang usaha.

“Kami ingin mahasiswa tidak hanya mendapatkan teori, tetapi juga bisa langsung mempraktikkannya. Harapannya, keterampilan ini dapat menjadi peluang bisnis di masa depan,” ujarnya.


4. Mendorong Mahasiswa Lebih Kreatif dan Berani Memulai

Workshop ini juga menjadi bagian dari upaya menumbuhkan jiwa wirausaha di lingkungan kampus.

“Kami berharap peserta semakin kreatif dan berani memulai usaha, meskipun dimulai dari hal sederhana seperti kerajinan tangan,” tambahnya.


5. Banyak Manfaat yang Didapat Peserta

Selain pengalaman praktik, peserta juga memperoleh e-sertifikat, memperluas jaringan pertemanan, serta hasil karya yang bisa dijadikan produk awal.

Antusiasme peserta terlihat tinggi selama kegiatan berlangsung, terutama saat sesi praktik pembuatan makrame.


Kegiatan ini menunjukkan bahwa peluang usaha tidak harus dimulai dari skala besar, melainkan bisa dari keterampilan sederhana yang dikembangkan secara konsisten. Diharapkan, workshop seperti ini dapat terus diadakan sebagai kegiatan yang tidak hanya edukatif, tetapi juga aplikatif dalam mengembangkan potensi mahasiswa.


Ketua Umum UKM SPC USM, Ulin Ni’mah, menyampaikan bahwa kegiatan ini bertujuan membekali mahasiswa dengan keterampilan yang dapat dikembangkan menjadi peluang usaha.

“Kami ingin mahasiswa tidak hanya mendapatkan teori, tetapi juga bisa langsung mempraktikkannya. Harapannya, keterampilan ini dapat menjadi peluang bisnis di masa depan,” ujarnya.

Ia juga menambahkan bahwa workshop ini merupakan bagian dari upaya UKM SPC dalam membangun jiwa wirausaha di lingkungan kampus.

“Kami berharap peserta semakin kreatif dan berani memulai usaha, meskipun dimulai dari hal sederhana seperti kerajinan tangan,” tambahnya.

Selain pengalaman praktik, peserta juga memperoleh berbagai manfaat seperti e-sertifikat, memperluas jaringan pertemanan, serta hasil karya yang bisa dijadikan produk awal.

Kegiatan ini membuktikan bahwa peluang usaha tidak harus dimulai dari sesuatu yang besar, melainkan bisa dari keterampilan sederhana yang terus dikembangkan.

Antusiasme peserta terlihat tinggi sepanjang kegiatan, khususnya saat sesi praktik pembuatan makrame. Diharapkan, workshop seperti ini dapat terus diadakan sebagai kegiatan yang tidak hanya edukatif, tetapi juga aplikatif dalam mengembangkan potensi mahasiswa.