Dikutip dari TRIBUNJATENG.COM,Bupati Tegal, Ischak Maulana Rohman menegaskan komitmen pemerintah daerah dalam mempercepat penanganan bencana sekaligus memulihkan kawasan wisata Guci Hot Spring melalui sinergi dengan pemerintah pusat. Komitmen tersebut disampaikan saat menerima kunjungan Ketua MPR RI, Ahmad Muzani, dalam rapat koordinasi yang berlangsung di Rumah Dinas Bupati Tegal pada Senin (16/2/2026).
Dalam pertemuan tersebut, Bupati Ischak mengapresiasi dukungan pemerintah pusat, khususnya dalam penanganan bencana tanah bergerak di Desa Padasari yang berdampak pada ribuan warga. Pemerintah Kabupaten Tegal menargetkan penyediaan hunian bagi para pengungsi dapat direalisasikan sebelum Lebaran, sehingga kebutuhan dasar masyarakat terdampak dapat segera terpenuhi.
Bupati Tegal Siapkan Lahan Relokasi Warga Terdampak
Terkait rencana relokasi, Pemerintah Kabupaten Tegal masih menunggu hasil kajian geologi dari Universitas Gadjah Mada terhadap lahan milik Perhutani yang dipertimbangkan sebagai lokasi pemindahan warga. Kajian tersebut diperlukan untuk memastikan keamanan wilayah sebelum proses relokasi dilakukan.
Sebagai langkah alternatif, pemerintah daerah telah menyiapkan lahan seluas sekitar delapan hektare di wilayah Slawi. Lahan ini dipersiapkan sebagai opsi pendukung apabila lokasi yang sedang dikaji dinilai tidak memenuhi kriteria keamanan.
Langkah tersebut dilakukan untuk memastikan relokasi warga terdampak berlangsung secara aman, terencana, dan berkelanjutan. Pemerintah daerah juga terus menjalin koordinasi dengan berbagai instansi terkait agar proses pemindahan warga tidak menimbulkan persoalan baru bagi masyarakat.
Bupati Tegal Dorong Pemulihan Kawasan Wisata Guci
Selain fokus pada penanganan bencana, percepatan pemulihan sektor pariwisata juga menjadi perhatian pemerintah daerah. Salah satu prioritas utama adalah revitalisasi kawasan wisata Guci Hot Spring agar kembali menjadi destinasi unggulan Kabupaten Tegal.
Bupati Ischak menilai sektor pariwisata memiliki peran penting dalam mendukung pemulihan ekonomi masyarakat setempat. Oleh karena itu, dukungan dari kementerian terkait diharapkan dapat mempercepat rehabilitasi infrastruktur wisata yang terdampak bencana.
Dengan perbaikan fasilitas dan infrastruktur yang memadai, aktivitas pariwisata di kawasan Guci diharapkan dapat kembali normal serta mampu menggerakkan kembali roda perekonomian masyarakat sekitar, khususnya pelaku usaha kecil, pedagang, dan sektor jasa wisata.
Bupati Tegal Percepat Pembangunan Hunian Sementara
Dalam rapat koordinasi tersebut juga dibahas pembangunan hunian sementara (huntara) yang difasilitasi oleh Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB). Sebanyak 588 unit huntara direncanakan akan dibangun untuk menampung warga terdampak sebelum hunian tetap dapat direalisasikan.
Selain pembangunan huntara, pemerintah juga menyiapkan skema rumah mandiri bagi warga yang memiliki lahan pribadi yang telah dinyatakan aman dari risiko bencana. Skema ini diharapkan dapat mempercepat proses pemulihan tempat tinggal masyarakat.
Hunian yang direncanakan akan dibangun memiliki ukuran tipe 36 agar mampu memenuhi kebutuhan dasar keluarga terdampak. Pemerintah daerah berharap pembangunan hunian sementara ini dapat segera terealisasi sehingga para pengungsi dapat kembali menjalani kehidupan secara lebih layak sambil menunggu pembangunan hunian tetap selesai dilakukan.







