Kopdes Lodoyong Ambarawa membuktikan lokasi tak harus mewah untuk meraih omzet besar. Koperasi Kelurahan Merah Putih (KKMP) di gang sempit belakang kantor Kelurahan Lodoyong, Kecamatan Ambarawa, Kabupaten Semarang, justru mencatat pemasukan harian yang membuat banyak orang melirik dua kali.
Sejak beroperasi November 2025, koperasi ini mengklaim omzet harian di kisaran Rp 3 juta hingga Rp 3,5 juta. Akumulasi bulanan minimal Rp 100 juta. Angka itu muncul bukan dari mal, melainkan dari ruang yang memanfaatkan perpustakaan kelurahan untuk transaksi.
Kopdes Lodoyong Ambarawa: Kecil di Luar, Ramai di Dalam
KKMP Lodoyong berada di lingkungan Pandean, tengah kota Ambarawa. Karena lahan sempit, pengurus memaksimalkan ruang yang ada. Ketua KKMP Lodoyong, Tri Sasmiyarti, menyebut transaksi harian terhitung ramai dan bahkan diklaim termasuk yang tertinggi se-Jawa Tengah, seiring masih sedikitnya Koperasi Merah Putih yang sudah beroperasi penuh.

Berapa Gaji Pengurus Kopdes Lodoyong Ambarawa?
Struktur organisasi disebut terdiri atas lima pengurus, tiga pengawas, dan dua pegawai. Penghasilan pengurus digambarkan setara Upah Minimum Kabupaten (UMK) Kabupaten Semarang yang mencapai sekitar Rp 2,9 juta. Angka itu jadi sinyal bahwa koperasi kelurahan bisa memberi nafkah layak jika omzet dan tata kelola berjalan.
Kenapa Omzet Bisa Tinggi?
Tri menekankan kepercayaan masyarakat sebagai fondasi. Pedagang pasar pun disebut sering belanja grosir di koperasi. Harga juga jadi daya tarik: minyak goreng diklaim lebih murah sekitar Rp 1.000 dibanding warung yang menjual Rp 46.000, sementara gas 3 kilogram dijual Rp 18.000 atau lebih murah sekitar Rp 4.000 dibanding eceran warung.
Selisih harga serupa disebut berlaku untuk bawang, telur, tepung, dan kebutuhan pokok lain. Model ini menempatkan kopdes lodoyong ambarawa sebagai opsi belanja yang kompetitif, bukan sekadar etalase program.
Selain ritel harian, koperasi membangun jaringan agen di tingkat RT dan RW. Ada juga kerja sama pasokan dengan perusahaan seperti Mayora dan Unilever, serta dengan Bulog dan Pertamina. Rantai pasok yang lebih rapi membantu menjaga stok dan harga, dua hal yang biasanya bikin warung kecil kewalahan.
Pelajaran buat Koperasi Lain
- Lokasi terbatas bisa disiasati dengan memanfaatkan aset kelurahan yang sudah ada.
- Harga kompetitif tetap jadi magnet utama warga dan pedagang.
- Jaringan RT/RW memperluas jangkauan tanpa harus buka cabang mewah.
- Kemitraan pasokan (brand, Bulog, BUMN terkait) menstabilkan stok.
Bagi pembaca yang mengikuti isu ekonomi kerakyatan di Semarang Raya, kisah ini selaras dengan arah program koperasi yang ingin hidup dari transaksi nyata, bukan hanya seremoni. Kamu juga bisa menengok konteks kota lain di liputan YukTalk soal fenomena cuaca Semarang untuk memahami tantangan harian warga di luar urusan belanja.
Catatan Validitas
Data omzet, harga, struktur pengurus, dan pernyataan ketua koperasi merujuk liputan media 22 Juli 2026. Klaim “tertinggi se-Jawa Tengah” berasal dari pernyataan pengurus, bukan audit independen yang dipublikasikan di sumber yang sama. Nama lokasi resmi di sumber: KKMP Lodoyong / Kopdes Lodoyong di Ambarawa, Kabupaten Semarang (bukan Kota Semarang).
Dikutip dari kompas.com
Sumber eksternal: kompas.com

