Semarang – Sebuah musibah kebakaran hebat dilaporkan melanda kawasan industri pengolahan kayu plywood di wilayah Kabupaten Semarang pada akhir pekan ini. Pabrik pengolahan kayu triplek yang terletak di Desa Tegalrejo, Kecamatan Tengaran, Kabupaten Semarang ludes terbakar pada Minggu (2/8) dini hari.
Kejadian kebakaran pabrik triplek semarang yang berlangsung secara mendadak ini sempat menggegerkan warga sekitar yang sedang terlelap tidur. Kobaran api yang berkobar dengan sangat cepat itu diduga pertama kali muncul dari area pengolahan oli di dalam kompleks pabrik. Adanya sediaan tumpukan kayu kering dan lembaran triplek membuat amukan si jago merah menyebar cepat dan menghanguskan sekitar 80 persen bangunan fisik pabrik.
Kronologi Kebakaran Pabrik Triplek Semarang
Laporan peristiwa kebakaran pabrik triplek semarang ini diterima oleh tim Pemadam Kebakaran Kabupaten Semarang sekitar pukul 00.30 WIB dini hari. Karena menyadari skala kebakaran yang melanda kawasan industri tersebut sangat masif, petugas pemadam kebakaran langsung menerjunkan seluruh kekuatan armada ke lokasi kejadian.
“Informasi awal masuk sekitar setengah satu dini hari. Karena kondisi kebakaran yang melanda wilayah pabrik ini sangat luas, seluruh armada kendaraan pemadam yang bersiaga langsung dikerahkan ke lokasi,” kata Slamet Widodo, petugas Damkar Kabupaten Semarang saat diwawancarai wartawan.
Luas kawasan kompleks pabrik plywood yang terbakar diperkirakan mencapai 100 meter x 100 meter persegi. Karakteristik material kayu yang kering, tumpukan triplek siap kirim, serta hembusan angin malam membuat upaya pemadaman berlangsung sangat lama dan dramatis hingga memakan waktu lebih dari delapan jam.
Penjinakan Api Melibatkan 10 Unit Damkar dari 3 Daerah
Untuk menjinakkan kobaran api yang kian mengganas, petugas Damkar Kabupaten Semarang terpaksa meminta bantuan pasokan air dan bantuan personel dari wilayah sekitarnya. Sebanyak 10 unit mobil pemadam kebakaran dikerahkan secara gabungan dari tiga daerah otonom berbeda di Jawa Tengah.
Bantuan armada yang turun ke lokasi meliputi 6 unit mobil pemadam kebakaran dari Pemkab Semarang, 2 unit bantuan dari pemadam kebakaran Kota Salatiga, serta 2 unit armada tambahan dari Kabupaten Boyolali. Selain fokus memadamkan api utama, petugas Damkar juga menerapkan teknik penyekatan agar api tidak menjalar ke pemukiman penduduk yang letaknya berhimpitan dengan pabrik. Penyekatan ini terbukti efektif mencegah jatuhnya korban yang lebih banyak di tengah masyarakat.
Penangan cepat ini mengingatkan kita pada aksi cepat tanggap instansi pemerintah daerah dalam menjaga keamanan publik
Kerugian Ditaksir Tembus Miliaran Rupiah
Meski skala musibah kebakaran pabrik triplek semarang ini sangat dahsyat dan melahap hampir seluruh kompleks industri, pihak berwenang memastikan tidak ada korban jiwa maupun korban luka dalam musibah ini. Seluruh pekerja shift malam dilaporkan telah berhasil menyelamatkan diri sebelum api mengepung seluruh ruangan.
Namun, nilai kerugian materiil yang diderita oleh pemilik pabrik diproyeksikan menembus angka miliaran rupiah. Seluruh infrastruktur pabrik, mesin-mesin pengolahan kayu berteknologi tinggi, persediaan bahan baku kayu log, serta ratusan kubik produk plywood siap kirim hangus tak bersisa. Kasus ini kini tengah diselidiki secara intensif oleh pihak kepolisian untuk mendalami penyebab awal mula timbulnya api dari mesin pengolahan oli.
Pentingnya Mitigasi Bahaya Kebakaran di Sektor Industri Kayu
Peristiwa kebakaran hebat yang melanda pabrik triplek di Tengaran ini kembali menyoroti pentingnya sistem keselamatan kerja (K3) serta manajemen mitigasi kebakaran di sektor industri pengolahan kayu. Industri kehutanan dan kayu lapis dikategorikan sebagai area dengan tingkat bahaya kebakaran yang sangat tinggi (high-hazard zone) karena melimpahnya material yang mudah tersulut api, seperti debu kayu halus, bahan kimia resin perekat, serta sisa bahan bakar oli mesin.
Para ahli keselamatan industri menyarankan agar setiap pabrik pengolahan kayu wajib dilengkapi dengan sistem pemadam otomatis seperti instalasi sprinkler di area gudang penyimpanan produk triplek, detektor asap termal yang sensitif, serta ketersediaan hidran mandiri dengan pasokan air yang mencukupi. Audit berkala terhadap keandalan instalasi listrik dan mesin pengolahan minyak/oli juga harus dilakukan secara disiplin untuk meminimalkan potensi kegagalan teknis (human error atau machine failure) yang dapat memicu bencana kerugian materiil bernilai miliaran rupiah di masa mendatang.
Dikutip dari sumber: suaramerdeka.com

