Kirab Budaya Mijen Semarang Meriah HUT RI ke-81
Semarang – Warga Kecamatan Mijen, Kota Semarang, menyambut hari kemerdekaan Republik Indonesia dengan nuansa budaya yang begitu kental. Kirab Gelar Budaya Kecamatan Mijen digelar pada Minggu, 30 Agustus 2026, sebagai bagian dari rangkaian peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan RI. Festival tahun ini mengangkat tema “Merawat Tradisi, Menjaga Warisan, Menguatkan Kebersamaan.”
Sejak pagi hari, suasana di sekitar Lapangan Voli Masjid Jami’ BSB Jatisari, lokasi titik start kirab, sudah sangat ramai. Ratusan peserta dari 91 RW yang mewakili 14 kelurahan di Kecamatan Mijen berbondong-bondong berkumpul dengan semangat penuh kebanggaan. Masing-masing rombongan membawa gunungan hasil bumi sebagai simbol kemakmuran dan rasa syukur atas berkah alam yang melimpah.
Kirab Budaya Mijen Semarang dimulai sekitar pukul 07.00 hingga 08.00 WIB. Prosesi kirab ini secara resmi diberangkatkan oleh Camat Mijen, Suhartini, S.E., M.M., didampingi oleh Forkopimcam yang terdiri dari Kapolsek Mijen, Danramil Mijen, serta para lurah se-Kecamatan Mijen. Tanda dimulainya kirab memberikan semangat baru bagi seluruh peserta untuk berjalan mengelilingi kawasan Mijen menuju finish di Taman Mijen, Jatisari.
Peserta kirab menggunakan dokar sebagai moda transportasi utama saat berkeliling. Tak hanya itu, mereka mengenakan pakaian adat, kreasi budaya, hingga kostum berbahan daur ulang yang menunjukkan kreativitas tinggi. Kostum-kostum unik ini menjadi daya tarik tersendiri bagi masyarakat yang menyaksikan jalannya kirab dari kanan dan kiri jalan.
Salah satu daya tarik utama Kirab Budaya Mijen Semarang tahun ini adalah kehadiran 14 gunungan yang dibawa oleh masing-masing perwakilan kelurahan. Ke-14 kelurahan yang turut berpartisipasi antara lain Mijen, Jatisari, Tambangan, Wonolopo, Purwosari, Karangmalang, Pesantren, Cangkiran, Bubakan, Polaman, Wonoplumbon, Kedungpane, Jatibarang, dan Ngadirgo. Setiap gunungan berisi aneka sayur, buah, serta hasil bumi lainnya yang disusun dengan apik membentuk tumpeng raksasa.
Menariknya, dari 14 gunungan tersebut, terdapat satu gunungan unik berbentuk burung hantu yang menjadi simbol tersendiri dalam kirab tahun ini. Bentuk yang tidak biasa ini menjadi perbincangan hangat dan menambah keunikan dalam festival budaya tahunan tersebut.
Jalur kirab melintas Jalan RM Hadi Soebono, di mana masyarakat dari berbagai kalangan memadati kiri dan kanan jalan. Mereka antusias menyaksikan kemeriahan pawai budaya, mulai dari rombongan dokar hingga penari-penari yang menampilkan berbagai tarian di sepanjang rute. Suasana tampak aman dan tertib berkat pengawalan dari pihak keamanan setempat.
Aneka pertunjukan menghibur warga yang hadir. Mulai dari dance modern yang energik, tarian tradisional yang memesona, hingga sendratari yang menceritakan kisah-kisah budaya lokal. Setiap penampilan mendapatkan sambutan meriah dari penonton yang berjejer di sepanjang jalur kirab.
Wali Kota Semarang, Dr. Agustina Wilujeng Pramestuti, S.S., M.M., turut hadir dalam acara Kirab Budaya Mijen Semarang dan memberikan apresiasi tinggi atas penyelenggaraan festival budaya ini. Beliau menyampaikan harapannya agar kegiatan semacam ini dapat menjadi agenda tahunan yang terus dilestarikan.
“Kirab Budaya Mijen Semarang ini merupakan wujud nyata semangat kebersamaan masyarakat dalam melestarikan tradisi budaya. Saya sangat mengapresiasi antusiasme seluruh warga Kecamatan Mijen yang telah menyiapkan acara dengan sangat baik,” ujar Wali Kota.
Selain kirab utama, acara ini juga diramaikan dengan bazar UMKM yang digelar di sekitar Taman Mijen. Bazar ini memberikan kesempatan bagi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah untuk memamerkan sekaligus memasarkan berbagai produk unggulan lokal. Keberadaan bazar ini semakin melengkapi kemeriahan festival budaya yang sudah begitu meriah.
Tema yang diangkat dalam Kirab Budaya Mijen Semarang tahun ini, “Merawat Tradisi, Menjaga Warisan, Menguatkan Kebersamaan,” benar-benar terasa dalam setiap aspek penyelenggaraan. Mulai dari semangat gotong royong para panitia, kreativitas peserta dalam menyajikan gunungan dan kostum, hingga antusiasme masyarakat yang hadir untuk menyaksikan kemeriahan acara.
Kecamatan Mijen sebagai salah satu kawasan di Kota Semarang memang dikenal memiliki kekayaan budaya yang beragam. Dengan jumlah 14 kelurahan yang masing-masing memiliki keunikan budaya tersendiri, kirab budaya menjadi momen tepat untuk menampilkan keberagaman tersebut dalam satu panggung bersama.
Semangat kebersamaan yang terpancar dari seluruh peserta dan masyarakat yang hadir menjadi bukti bahwa tradisi budaya masih sangat hidup di tengah masyarakat Kecamatan Mijen. Kirab tahun ini tidak sekadar menjadi seremoni peringatan kemerdekaan, tetapi juga menjadi ajang mempererat tali silaturahmi antarwarga.
Dengan kesuksesan penyelenggaraan Kirab Budaya Mijen Semarang tahun 2026, diharapkan acara ini akan terus dilaksanakan setiap tahunnya dan semakin meriah di masa mendatang. Festival budaya seperti ini menjadi pengingat akan pentingnya menjaga warisan leluhur sekaligus memperkuat kekompakan masyarakat dalam bingkai NKRI.
Berita lainnya di YukTalk.
Dikutip dari sumber: pekatmedia.com | semarangsekarang.com | rmoljawatengah.id | antarafoto.com
