Kirim Artikel

Warga Lapor Jalan Rusak Semarang: 781 Aduan Masuk, 134 Masih Antre Perbaikan

Semarang – Data jalan rusak Semarang kembali menjadi sorotan setelah Dinas Pekerjaan Umum (DPU) Kota Semarang merinci aduan warga sepanjang Januari hingga 21 Juli 2026. Lewat kanal Lapor Semar Solusi AWP, tercatat 781 laporan kerusakan jalan. Dari jumlah itu, 647 sudah selesai ditangani, sementara 134 masih dalam proses.

Angka Resmi Jalan Rusak Semarang dari Kanal AWP

Kepala DPU Kota Semarang, Suwarto, menjelaskan setiap aduan tidak langsung diperlakukan sama. Petugas memverifikasi di lapangan dulu, lalu menentukan metode dan prioritas. Kriteria yang disebut meliputi tingkat kerusakan, risiko keselamatan pengguna jalan, fungsi jalan, volume lalu lintas, serta dampak terhadap aktivitas masyarakat.

“Setiap aduan yang masuk melalui Lapor Semar Solusi AWP kami verifikasi terlebih dahulu di lapangan. Penanganannya kami sesuaikan dengan tingkat kerusakan, potensi membahayakan keselamatan pengguna jalan, fungsi jalan, volume lalu lintas, serta dampaknya terhadap aktivitas masyarakat,” ujar Suwarto dalam keterangan yang dikutip media, Senin/Selasa seputar 28 Juli 2026.

Prioritas Darurat sebelum Perbaikan Permanen

Jika kerusakan dinilai membahayakan, DPU memprioritaskan penanganan darurat. Perbaikan permanen mengikuti kebutuhan teknis setelah kajian. DPU juga memastikan status kewenangan ruas. Bila bukan tanggung jawab Pemkot Semarang, laporan dikoordinasikan ke pihak yang berwenang.

“Kalau ditemukan kerusakan yang membahayakan keselamatan pengguna jalan, kami prioritaskan penanganan darurat terlebih dahulu. Penanganan permanen kemudian dilakukan sesuai kebutuhan teknis,” kata Suwarto. Pola ini menjelaskan mengapa sebagian dari 134 sisa aduan jalan rusak Semarang belum selesai dalam waktu yang sama.

Titik yang Sudah dan Sedang Dikerjakan

Menurut DPU, perbaikan perkerasan aspal di Jalan Prof. Soedharto dan perbaikan crossing di Jalan Honggowongso sudah selesai. Pekerjaan yang masih berjalan meliputi perbaikan jalan paving di Jalan Tirto Usodo serta perbaikan gorong-gorong di Jalan Sidodadi, Kecamatan Mijen. DPU juga mengerjakan pembuatan grill saluran di kawasan Simpang Lima untuk menopang drainase dan mengantisipasi genangan.

Selain paket besar, penanganan harian mencakup penambalan lubang, perbaikan grill dan tutup saluran, pemeliharaan drainase, serta perbaikan berdasarkan inspeksi petugas maupun laporan warga. Suwarto menekankan setiap lokasi punya tingkat kerusakan berbeda, sehingga metode dan lama pengerjaan tidak seragam. Ada pekerjaan cepat, ada yang butuh fabrikasi material khusus atau koordinasi lintas pihak.

Ringkasan Data

Angka 781 adalah total aduan yang masuk lewat kanal resmi hingga 21 Juli 2026, Angka 647 menandai laporan yang dinyatakan selesai ditangani. Angka 134 adalah backlog yang masih diproses. Ketiga angka itu merujuk aduan yang tercatat dan diverifikasi lewat kanal AWP, bukan hitungan kilometer ruas rusak di seluruh kota.

Bagi warga, kanal Lapor Semar Solusi AWP menjadi pintu agar laporan tercatat, diverifikasi, dan masuk antrean prioritas. Suwarto menutup dengan komitmen meningkatkan kualitas pemeliharaan infrastruktur secara bertahap, cepat, tepat sasaran, dan berkelanjutan.

Isu jalan rusak Semarang juga berkaitan dengan kenyamanan mobilitas harian dan keselamatan. Pemisahan total aduan, capaian, dan sisa proses itu memudahkan cek ulang ke laporan DPU dan liputan media. Baca juga berita lokal lain di yuktalk.id.

Pemkot melalui DPU menempatkan verifikasi lapangan sebagai gerbang sebelum alat berat atau tambalan dikerahkan. Pendekatan itu membuat penanganan jalan rusak Semarang terasa bertahap, namun punya logika prioritas yang dijelaskan secara terbuka ke publik lewat media.

Dikutip dari jateng.tribunnews.com