Semarang – Sebuah kisah memilukan menimpa seorang kakek penjual keripik dijambret Ambarawa pada Kamis (27/8/2026) siang. Insiden ini menjadi perhatian publik setelah unggahan di media sosial memperlihatkan betapa hancurnya hati sang kakek yang kehilangan seluruh hasil jerih payahnya.
Kejadian berlangsung di depan Kantor BKKBN Ambarawa, di Jalan Jenderal Sudirman, Kabupaten Semarang. Saat itu, sekitar pukul 12.30 WIB, kakek yang berprofesi sebagai penjual keripik keliling itu tengah berjualan seperti biasa. Sepeda ontel setianya terparkir di pinggir jalan, lengkap dengan bronjong bambu berisi dagangan keripik.
Namun, siapa sangka hari itu akan berubah menjadi hari yang paling menyakitkan bagi sang kakek. Uang Rp500 ribu yang baru saja dikumpulkan dari hasil jualan sepanjang hari raib di tangan seorang pelaku jambret yang tidak berperikemanusiaan.
Modus Pelaku Berpura-pura Membeli Keripik
Kronologi kejadian bermula ketika seorang pria menghampiri kakek penjual keripik yang dijambret di Ambarawa itu. Pelaku berpura-pura ingin membeli keripik dan memberikan uang pecahan Rp100 ribu sebagai pembayaran.
Tanpa curiga sedikit pun, sang kakek mulanya melayani pelanggan tersebut dengan baik. Ia membuka tas yang tergantung di dada untuk mengambil kembalian. Namun, di saat itulah pelaku menjalankan aksinya.
Dengan kecepatan yang luar biasa, pelaku langsung menjambret uang yang berada di dalam tas korban. Uang hasil jualan sekitar Rp500 ribu yang selama ini dikumpulkan kakek itu lenyap dalam hitungan detik.
Korban yang terkejut langsung menjerit dan berteriak minta tolong. Sayangnya, teriakan kakek itu tidak menghalangi pelaku. Pria tersebut segera mengendarai sepeda motor matik yang sudah terparkir di dekat lokasi dan melarikan diri dengan kecepatan tinggi.
Wajah dan Penampilan Korban Viral di Media Sosial Kakek Penjual Keripik Dijambret
Foto-foto kakek penjual keripik dijambret di Ambarawa itu kemudian menyebar luas di media sosial. Dalam gambar yang beredar, terlihat sang kakek berdiri di depan sebuah minimarket dengan ekspresi sedih yang tak bisa disembunyikan.
Kakek itu terlihat mengenakan kemeja kasual dan bercelana pendek. Sepeda ontel yang selama ini menjadi andalannya untuk berkeliling berjualan berdiri di sampingnya. Bronjong bambu yang dulu penuh dengan tumpukan keripik kini tampak sepi, menandakan bahwa seluruh dagangan sudah habis terjual, namun uangnya justru dirampas.
Unggahan tersebut diunggah oleh akun Instagram @portalsemarang dan langsung mendapatkan respons luar biasa dari warganet. Tidak butuh waktu lama hingga kasus ini menjadi trending topic di berbagai platform media sosial.
Polisi Selidiki Kasus Jambret Terhadap Kakek Penjual Keripik di Ambarawa
Setelah menerima laporan dari korban, pihak kepolisian dari Polsek Ambarawa segera melakukan penyelidikan. Kanit Reskrim Polsek Ambarawa, Iptu Andrias, mengonfirmasi bahwa laporan tersebut sudah diterima dan tengah ditindaklanjuti.
Salah satu langkah awal yang dilakukan penyidik adalah memeriksa rekaman CCTV dari Kantor Balai Diklat BKKBN yang berada tepat di sekitar lokasi kejadian. Kamera pengawas tersebut diharapkan mampu merekam wajah pelaku dan plat nomor kendaraan yang digunakan saat melarikan diri.
Selain itu, petugas juga mengumpulkan keterangan dari saksi mata. Tukang parkir di sekitar lokasi kejadian sempat berbincang dengan korban sebelum insiden terjadi. Informasi dari tukang parkir tersebut diharapkan bisa memberikan petunjuk tambahan bagi proses penegakan hukum.
Pihak kepolisian juga mengimbau kepada masyarakat yang mengetahui informasi terkait kasus kakek penjual keripik dijambret Ambarawa atau ciri-ciri pelaku untuk segera menghubungi kantor polisi terdekat. Bantuan dari warga dianggap sangat penting untuk mempercepat penangkapan pelaku.
Kemarahan dan Keprihatinan Warganet
Kasus kakek penjual keripik dijambret Ambarawa ini mengundang gelombang kemarahan di kalangan warganet. Ribuan komentar membanjiri unggahan mengenai insiden tersebut di berbagai platform media sosial.
Banyak warganet yang menyuarakan rasa empati mendalam kepada sang kakek. Mereka prihatin bahwa seorang kakek penjual keripik dijambret Ambarawa yang bekerja keras menjual keripik keliling dengan sepeda ontel justru menjadi sasaran kejahatan yang kejam.
Sebagian warganet menuliskan doa dan harapan agar pelaku segera tertangkap dan uang korban bisa dikembalikan. Ada pula yang menyuarakan kekecewaan terhadap masih maraknya aksi jambret di jalanan, terutama yang menyasar kaum lanjut usia.
Tidak sedikit juga warganet yang mendesak aparat penegak hukum untuk memberikan hukuman setimpal kepada pelaku kasus kakek penjual keripik dijambret Ambarawa ini. Mereka menilai bahwa kejahatan terhadap lansia seperti ini termasuk tindakan yang sangat tidak berperikamanusiaan dan harus ditindak tegas.
Pencegahan Jambret bagi Pedagang Keliling
Kejadian kakek penjual keripik dijambret Ambarawa ini menjadi pengingat bagi seluruh pedagang keliling untuk lebih waspada terhadap aksi kejahatan serupa. Berikut beberapa tips pencegahan yang bisa diterapkan:
Pertama, hindari membawa uang dalam jumlah besar di tempat yang mudah dijangkau. Simpan uang hasil penjualan di tempat yang tersembunyi dan aman.
Kedua, berhati-hatilah saat melayani pembeli yang memberikan uang pecahan besar, apalagi jika pembeli tersebut tidak dikenal. Jambret kerap menggunakan modus seperti ini untuk mengalihkan perhatian korban.
Ketiga, jika memungkinkan, simpan uang hasil penjualan di tempat yang terpisah dari uang kembalian. Hal ini dapat meminimalkan kerugian jika terjadi kejahatan.
Keempat, berjualan di lokasi yang ramai dan dekat dengan fasilitas umum. Lingkungan yang padat aktivitas biasanya menjadi penghalang bagi pelaku kejahatan.
Kelima, segera laporkan ke polisi terdekat jika mengalami atau menyaksikan kejadian serupa. Laporan yang cepat dapat membantu proses penangkapan pelaku.
Harapan Penangkapan Pelaku
Kasus kakek penjual keripik dijambret Ambarawa ini menjadi perhatian serius bagi masyarakat Jawa Tengah. Dengan semakin meluasnya pemberitaan dan dukungan dari warganet, diharapkan pihak kepolisian dapat segera menemukan dan menangkap pelaku.
Kakek penjual keripik dijambret di Ambarawa itu kini harus kembali berjualan untuk memulihkan kerugian yang dideritanya. Meski hatinya masih terluka, semangat untuk terus bekerja keras demi mencari nafkah tidak pernah padam.
Kisah ini mengingatkan kita semua bahwa kejahatan jambret masih menjadi ancaman nyata, khususnya bagi masyarakat berpenghasilan kecil yang bekerja di jalanan. Diperlukan peran aktif dari seluruh elemen masyarakat, mulai dari kepolisian, pemerintah daerah, hingga warga sekitar, untuk menciptakan lingkungan yang lebih aman dan manusiawi bagi semua orang.
Baca berita lainnya di YukTalk.
Dikutip dari sumber: detik.com | salatigaterkini.pikiran-rakyat.com

