Kirim Artikel

KPU Kota Semarang Edukasi Pemilih Lewat Podcast Lumpia Viral, 18 Parpol Jadi Narasumber

Semarang – Komisi Pemilihan Umum atau KPU Kota Semarang edukasi pemilih terus diperkuat meskipun saat ini sedang berada di masa non-elektoral. Lewat program Podcast Lumpia dan pendidikan pemilih yang menyasar langsung ke kelurahan, KPU Kota Semarang berupaya membangun budaya demokrasi yang berkelanjutan di ibu kota Jawa Tengah.

Ketua KPU Kota Semarang Ahmad Zaini menyampaikan hal tersebut di Semarang, Kamis (30/7). Menurutnya, masa tanpa pemilu justru menjadi periode penting untuk menjalankan berbagai program penguatan literasi demokrasi dan partisipasi masyarakat.

Podcast Lumpia, Ruang Dialog Terbuka KPU Kota Semarang Edukasi Pemilih

Salah satu program andalan KPU Kota Semarang edukasi pemilih adalah Podcast Lumpia, singkatan dari Lapak Diskusi Pemilu dan Pemilihan. Program ini kini memasuki seri live podcast yang disiarkan setiap hari Senin pukul 10.00 WIB melalui kanal YouTube resmi KPU Kota Semarang.

Yang menarik, Podcast Lumpia menghadirkan seluruh 18 partai politik yang ada di Kota Semarang secara bergantian sebagai narasumber. Format ini memberikan ruang dialog yang terbuka antara penyelenggara pemilu, partai politik, dan masyarakat luas. Setiap episode menjadi ajang perkenalan partai politik kepada publik sekaligus sarana meningkatkan literasi politik warga.

“Program ini menghadirkan seluruh 18 partai politik di Kota Semarang secara bergantian sebagai narasumber untuk memberikan ruang dialog yang terbuka, memperkenalkan partai politik kepada masyarakat, serta meningkatkan literasi politik publik,” kata Ahmad Zaini.

Podcast Lumpia menjadi bukti nyata bahwa KPU Kota Semarang terus perkuat edukasi pemilih melalui pendekatan yang kreatif dan relevan dengan kebiasaan masyarakat modern. Tayangan live di YouTube membuat program ini bisa diakses kapan saja dan dari mana saja, memperluas jangkauan informasi kepemiluan secara signifikan.

Pendidikan Pemilih di Kelurahan, Sasar Kelompok Rentan

Selain podcast, KPU Kota Semarang edukasi pemilih juga dilakukan lewat program Pendidikan Pemilih pada Kelurahan dengan Tingkat Partisipasi Rendah. Program ini dirancang berdasarkan hasil evaluasi Pilkada Serentak Tahun 2024, di mana KPU Kota Semarang mengidentifikasi kelurahan-kelurahan yang mencatatkan angka partisipasi pemilih paling rendah.

Pelaksanaannya dilakukan secara tatap muka di satu kelurahan pada setiap kecamatan yang memiliki tingkat partisipasi pemilih terendah. Pendekatan langsung ini dinilai lebih efektif untuk menjangkau warga yang selama ini mungkin belum tersentuh oleh sosialisasi kepemiluan secara digital.

Kelompok Rentan Jadi Prioritas KPU Kota Semarang Edukasi Pemilih

Program pendidikan pemilih di kelurahan ini secara khusus menyasar tiga kelompok rentan, yaitu pemilih pemula, perempuan, dan lansia. Ketiga kelompok ini kerap menjadi segmen yang membutuhkan perhatian lebih dalam setiap gelaran pemilu maupun pemilihan kepala daerah.

Pemilih pemula memerlukan bekal pengetahuan tentang tata cara pencoblosan dan pentingnya suara mereka. Sementara itu, kelompok perempuan dan lansia sering menghadapi kendala akses informasi maupun mobilitas saat hari pencoblosan. Dengan sosialisasi tatap muka, KPU Kota Semarang memastikan informasi sampai secara merata ke seluruh lapisan masyarakat.

Tidak hanya memberikan pemahaman tentang pentingnya menggunakan hak pilih, melalui program ini KPU Kota Semarang juga mengajak masyarakat untuk meningkatkan literasi kepemiluan secara menyeluruh. Warga didorong untuk lebih bijak dalam menggunakan media sosial serta mampu menangkal penyebaran hoaks dan disinformasi yang kerap marak menjelang maupun sesudah pemilu.

“Serta, membangun kesadaran bahwa partisipasi aktif masyarakat merupakan salah satu pilar penting dalam mewujudkan demokrasi yang berkualitas,” tegas Ahmad Zaini.

PDPB dan Cek Status Pemilih Online, Langkah KPU Kota Semarang Jaga Data Akurat

Di sisi lain, KPU Kota Semarang edukasi pemilih juga ditopang oleh program Pemutakhiran Data Pemilih Berkelanjutan atau PDPB. Program ini melakukan pemeliharaan dan pembaruan data pemilih secara berkala agar data selalu akurat, mutakhir, komprehensif, dan dapat dipertanggungjawabkan.

PDPB merupakan upaya berkelanjutan untuk menjamin terpenuhinya hak konstitusional setiap warga negara yang telah memenuhi syarat sebagai pemilih. Data pemilih yang akurat menjadi fondasi penting bagi penyelenggaraan Pemilu maupun Pemilihan berikutnya, sehingga proses demokrasi berjalan dengan legitimasi yang kuat.

Ahmad Zaini juga mengajak masyarakat untuk berperan aktif menjaga kualitas data pemilih. Warga dapat mengecek status kepemiluan mereka secara mandiri melalui layanan cekdptonline.kpu.go.id. Dengan mengecek status pemilih, warga turut berkontribusi dalam memastikan data yang dimiliki KPU selalu sesuai dengan kondisi terkini di lapangan.

Berbagai program yang dijalankan KPU Kota Semarang ini menunjukkan bahwa pendidikan pemilih tidak berhenti begitu pemilu selesai. Justru di masa non-elektoral, upaya penguatan demokrasi bisa dilakukan secara lebih leluasa dan mendalam. Bagi masyarakat Semarang yang ingin mengikuti perkembangan terbaru seputar kepemiluan, kanal YukTalk juga rutin menyajikan informasi terkini tentang dinamika politik dan demokrasi di Indonesia.

Dikutip dari sumber: antaranews.com