Semarang – Peristiwa Xenia terbakar Semarang yang terjadi di kawasan pusat kota mengejutkan warga setempat dan pengguna jalan yang melintas. Sebuah mobil pribadi berjenis Daihatsu Xenia dengan nomor polisi D 1712 DW dilaporkan ludes terbakar hebat di ruas Jalan Mayjen Sutoyo, Kelurahan Karangkidul, Kecamatan Semarang Tengah, Kota Semarang. Kejadian yang berlangsung pada Senin malam, 17 Agustus 2026 ini langsung menjadi pusat perhatian publik setelah rekaman videonya tersebar luas di media sosial.
Rekaman amatir yang memperlihatkan kobaran api membubung tinggi dari mobil tersebut sempat viral di media sosial, salah satunya diunggah oleh akun Instagram @infokejadian_semarang. Ukuran api yang sangat besar membuat arus lalu lintas di kawasan yang populer dengan sebutan Kampung Kali itu sempat tersendat karena banyak pengendara memilih menepi dan menjauh demi menghindari bahaya.
Petugas Pemadam Kebakaran (Damkar) Kota Semarang yang menerima laporan darurat segera bergerak cepat menuju titik lokasi kejadian. Berdasarkan informasi resmi, laporan pertama kali diterima pos pemadam pada pukul 22.20 WIB melalui koordinasi dengan petugas Bhabinkamtibmas setempat. Menanggapi situasi genting tersebut, sebanyak 11 personel pemadam dari Pos Induk dan Pos Barito langsung dikerahkan untuk menjinakkan si jago merah agar api tidak merembet ke permukiman maupun bangunan lain di sekitarnya.
Armada pemadam kebakaran tiba di Kampung Kali sekitar pukul 22.30 WIB dan langsung melakukan penanganan taktis di lapangan. Berkat kesigapan petugas, api berhasil dipadamkan sepenuhnya pada pukul 22.50 WIB. Setelah kobaran api padam, petugas tidak langsung meninggalkan lokasi melainkan melanjutkan proses pendinginan guna memastikan tidak ada lagi titik api sekecil apa pun yang berpotensi memicu kebakaran susulan pada area seluas 10 meter persegi tersebut.
Kepala Bidang Operasional dan Penyelamatan Damkar Kota Semarang, Tantri Pradono, membenarkan insiden Xenia terbakar Semarang tersebut dan memberikan rincian kerugian akibat amukan api. Menurut penjelasannya, amukan api membuat satu unit mobil hangus tak bersisa dengan estimasi kerugian materi mencapai sekitar Rp90 juta. Beruntung, ia memastikan bahwa tidak ada korban jiwa maupun luka-luka dalam musibah kebakaran kendaraan pribadi ini.
Dugaan Korsleting dan Penyebab Xenia terbakar Semarang
Tantri Pradono menjelaskan lebih lanjut hasil analisis awal terkait penyebab kebakaran hebat tersebut. Pihak Damkar menduga musibah ini dipicu oleh korsleting pada sistem kelistrikan mobil Daihatsu Xenia. Namun, kobaran api menjadi sangat cepat membesar dan sulit dikendalikan lantaran ditemukannya empat galon berisi bahan bakar minyak (BBM) jenis bensin di dalam kendaraan tersebut.
Adanya pasokan bahan bakar dalam jumlah besar di dalam mobil pun memunculkan dugaan kuat bahwa kendaraan tersebut tengah dipakai untuk aktivitas membeli BBM secara berulang. Tantri menyebutkan adanya indikasi bahwa mobil itu digunakan untuk kegiatan “ngangsu” atau kulakan bensin dengan cara bolak-balik ke sejumlah Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) di wilayah Semarang.
Aktivitas membawa bahan bakar dalam wadah tambahan memang berisiko tinggi memicu kecelakaan fatal. Kasus serupa sebelumnya juga pernah terjadi di kawasan Ngaliyan, di mana sebuah mobil Toyota Kijang pengangkut BBM ikut hangus terbakar akibat masalah yang hampir sama. Investigasi mendalam mengenai dugaan kulakan BBM dalam peristiwa Xenia terbakar Semarang ini kini tengah ditangani aparat kepolisian setempat.
Menanggapi insiden Xenia terbakar Semarang yang membawa bahan bakar tersebut, pihak Pertamina segera memberikan tanggapan resmi. Area Manager Communication, Relations & CSR Jawa Bagian Tengah PT Pertamina Patra Niaga, Taufiq Kurniawan, menjelaskan bahwa pihaknya telah mengonfirmasi sejumlah temuan di lapangan. Berdasarkan pemeriksaan awal, Pertamina memastikan bahwa pengisian bensin ke dalam jeriken atau galon di dalam mobil tersebut bukan berasal dari pengisian langsung menggunakan nosel resmi di SPBU.
Taufiq Kurniawan menerangkan bahwa dari rekaman kamera pengawas atau CCTV di SPBU terdekat, tidak terlihat adanya aktivitas operator yang mengarahkan pipa nosel atau menyambungkan selang pengisian langsung ke katup jeriken di dalam mobil pribadi tersebut. Menurut dugaannya, pemilik kendaraan kemungkinan melakukan pengisian bensin secara mandiri atau lewat salurannya sendiri setelah membeli bahan bakar secara normal.
Selain itu, rekaman kamera pengawas juga menunjukkan indikasi perilaku ceroboh dari pengemudi sesaat setelah melakukan transaksi pembelian bahan bakar. Pengemudi dilaporkan sempat terlihat menyalakan rokok dan merokok hanya berjarak sekitar 100 meter setelah kendaraannya keluar meninggalkan area SPBU. Perilaku merokok di dekat cairan yang mudah terbakar seperti bensin diduga kuat menjadi pemicu percikan api yang menyambar uap BBM dan memperbesar kebakaran.
Musibah kebakaran akibat kelalaian dan korsleting listrik ini menjadi pengingat penting bagi masyarakat Semarang untuk senantiasa waspada terhadap potensi bahaya api. Kelalaian kecil, baik di jalan raya maupun di lingkungan rumah tangga, dapat berujung pada malapetaka besar yang merenggut harta benda bahkan nyawa manusia. Selain kasus Xenia terbakar Semarang ini, musibah kebakaran mematikan sebelumnya juga pernah melanda wilayah Kabupaten Semarang, seperti dalam laporan Kebakaran Rumah di Suruh Tewaskan Penghuni ODGJ beberapa waktu lalu.
Hingga saat ini, penyelidikan kepolisian masih terus dilakukan untuk memastikan secara yuridis penyebab pasti dari musibah Xenia terbakar Semarang ini serta mengusut legalitas pengangkutan bahan bakar minyak dalam galon tersebut. Pertamina pun mengimbau masyarakat agar mematuhi standar keselamatan di SPBU demi mencegah insiden serupa terulang kembali.
Dikutip dari sumber: detik.com | kompas.com

