Semarang – Rumah terbakar di Candisari, Kota Semarang, Rabu (26/8/2026). Satu unit rumah hunian di Jalan Cinde Selatan, Kelurahan Jomblang, Kecamatan Candisari, dilalap api sekira pukul 10.40 WIB. Di dalamnya saat itu ada tiga anak balita yang ditinggal orangtuanya bekerja. Untungnya, ketiganya berhasil menyelamatkan diri sebelum api membesar.
Kepala Bidang Operasional dan Penyelamatan Dinas Pemadam Kebakaran (Damkar) Kota Semarang, Tantri Pradono, menjelaskan bahwa petugas mulai bergerak usai menerima kabar dari warga. Sebagaimana dilansir detikJateng, panggilan pertama datang dari saksi yang melihat kepulan asap dari arah rumah tersebut.
“Awalnya saksi melihat kebakaran rumah lalu menghubungi Dinas Pemadam Kebakaran Kota Semarang. Kemudian petugas segera meluncurkan tim dan armada ke lokasi untuk melakukan operasi pemadaman kebakaran,” kata Tantri.
Kronologi Rumah Terbakar di Candisari
Berdasarkan keterangan petugas, keberadaan api pertama kali disadari warga yang kebetulan berada di dekat lokasi. Informasi itu langsung diteruskan ke Damkar Kota Semarang, lalu lima armada dikerahkan menuju Jalan Cinde Selatan.
Proses pemadaman utama berlangsung hingga pukul 11.11 WIB. Petugas kemudian menjalankan pemadaman lanjutan sekaligus pendinginan sampai situasi dinyatakan tuntas sekira pukul 11.20 WIB. Dilansir Tribun Jateng, suplai air selama operasi disebut tidak mengalami kendala.
Petugas memang harus bekerja ekstra karena akses menuju lokasi terbilang sempit. Jalanan yang rapat membuat gerakan armada pemadam terbatas, meski pada akhirnya api tetap bisa dikuasai sebelum merembet ke rumah lain.
Tiga Balita Selamat, Api Dilaporkan dari Main Bakar-bakaran
Saat api berkobar, pemilik rumah sedang ke luar untuk bekerja. Yang tertinggal di dalam hanya ketiga anak mereka, semua masih berusia di bawah lima tahun. Kabar baiknya, seluruh anak berhasil keluar dari rumah dan tidak ada korban jiwa maupun luka dalam peristiwa ini.
“Informasi di lokasi rumah yang terbakar orang tua pada kerja, hanya anak-anak yang di rumah tiga orang dan selamat semua,” jelas Tantri.
Terkait penyebab, petugas masih mengandalkan keterangan warga sekitar. Informasi dari tetangga yang berada di samping lokasi menyebut ketiga balita sempat main bakar-bakaran di dalam rumah sebelum api muncul. Petugas belum menetapkan kesimpulan resmi dan masih menunggu penjelasan pemilik rumah.
“Untuk penyebab kebakaran rumah huni tadi info dari tetangga, anak kecil balita tiga, usia di bawah lima tahun semua ditinggal kerja dan mainan bakar-bakaran di dalam rumah. Lalu api menyambar karena rumah mayoritas kayu,” tutur Tantri.
Dominasi material kayu membuat kobaran cepat membesar. Bangunan berukuran sekira 5 x 6 meter itu hangus bersama sejumlah perabot di dalamnya. Luas area terdampak diperkirakan mencapai 30 meter persegi. Meski demikian, api tidak merembet ke rumah tetangga.
Akses Sempit Jadi Tantangan Pemadaman
Tantri menyebut jalur masuk ke lokasi sempit sehingga petugas harus hati-hati mengatur posisi armada. Kendala serupa sering muncul di kawasan padat hunian, apalagi saat lebih dari satu mobil pemadam perlu bergantian menyemburkan air ke titik api.
“Kalau kendala akses jalan masuk ke lokasi sempit,” ungkapnya.
Setelah kondisi aman, petugas memastikan tidak ada lagi titik api yang menyala. Mereka lalu melakukan pendinginan menyeluruh agar bara tak bangkit kembali, terutama pada bagian bangunan dari kayu yang mudah memicu kobaran ulang. Pemantauan tetap berjalan beberapa saat setelah lokasi dinyatakan aman agar sisa bara benar-benar padam.
Insiden ini menambah deretan kejadian api di Semarang pekan ini. Sebelumnya, dapur sebuah usaha katering di Tembalang turut terbakar pada pagi hari dengan kerugian mencapai Rp200 juta.
Hingga berita ini diturunkan, pemilik rumah belum dapat dimintai keterangan sehingga nilai kerugian materi belum bisa dipastikan. Warga sekitar berharap kejadian serupa tidak terulang, apalagi saat anak-anak ditinggal sendirian di rumah.
Dikutip dari sumber: detik.com | tribunnews.com

