Semarang – Bank Jateng Friendship Run sukses menggerakkan warga Kota Semarang, Minggu (20/9/2026). Ajang lari santai sejauh 5 kilometer ini menjadi pemanasan menuju puncak perhelatan Satu Dekade Bank Jateng Borobudur Marathon 2026. Sebanyak 1.000 pelari tercatat ambil bagian dalam ajang yang menyasar masyarakat umum itu.
Garis start Bank Jateng Friendship Run dilepas oleh Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi bersama Sekretaris Daerah Provinsi Jawa Tengah Sumarno, Direktur Utama Bank Jateng Bambang Widyatmoko, Wakil Pemimpin Redaksi Kompas Adi Prinantyo, dan Ketua Yayasan Borobudur Marathon Liem Chie An. Begitu peserta melintasi garis start, letupan confetti menyambut dan atraksi marching band mengiringi langkah mereka menyusuri rute.
Bisnis.com mencatat 1.000 pelari mengikuti kegiatan ini. Sejumlah laporan lain, termasuk Kompas.com dan Antara Jateng, menyebut angka sekitar 1.100 peserta yang ikut meramaikan rute 5 kilometer tersebut. Perbedaan tipis pada penghitungan itu tak menyurutkan kemeriahan acara yang berlangsung di jantung kota.
Bank Jateng Friendship Run Jadi Pemanasan Satu Dekade Borobudur Marathon
Bank Jateng Friendship Run diposisikan sebagai pintu masuk menuju Borobudur Marathon 2026 yang tahun ini memasuki satu dekade penyelenggaraan. Panitia memilih jarak 5 kilometer agar lebih ramah bagi pemula, berbeda jauh dari kategori maraton penuh yang menuntut persiapan panjang. Rangkaian fun run ini menyasar masyarakat umum, termasuk mereka yang baru mulai membangun kebiasaan berlari.
Peserta Bank Jateng Friendship Run berkumpul di area start sebelum pelepasan dilakukan, sebagian datang bersama komunitas lari dan sebagian lagi mengajak keluarga. Kawasan sekitar acara pun ramai oleh warga yang ingin menyaksikan langsung jalannya lomba. Format santai membuat suasana terasa lebih cair dibanding kompetisi lari berjarak jauh.
Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi menilai ajang ini tidak hanya mendorong gaya hidup sehat masyarakat. Menurutnya, kegiatan olahraga seperti ini juga berpotensi menggerakkan sektor pariwisata serta perekonomian daerah melalui keterlibatan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM). Kehadiran peserta dalam jumlah besar ikut menghidupkan denyut usaha di sekitar lokasi acara.
Ruang Perjumpaan Inklusif dan Panggung UMKM Lokal
Direktur Utama Bank Jateng Bambang Widyatmoko menyampaikan bahwa penyelenggaraan Borobudur Marathon yang telah memasuki perjalanan satu dekade diharapkan memberi dampak ekonomi berkelanjutan di Jawa Tengah. “Kami ingin menjadikan ajang ini ruang perjumpaan inklusif untuk mempererat silaturahmi sekaligus wadah strategis memberdayakan potensi UMKM lokal,” ujarnya.
Sejalan dengan itu, Bank Jateng memfasilitasi sejumlah UMKM kuliner lokal untuk memasarkan produk di area race village. Pengunjung bisa mencicipi aneka makanan dan minuman khas daerah sembari mengikuti rangkaian acara. Kehadiran pelaku usaha kecil di arena lomba menjadi salah satu daya tarik tersendiri bagi peserta dan warga yang menonton.
Dukungan terhadap UMKM itu membuat ajang lari tidak berhenti sebagai kegiatan olahraga. Ada ruang bagi pedagang kecil untuk menjangkau pembeli baru, sekaligus kesempatan memperkenalkan produk khas Jawa Tengah kepada peserta dari luar kota. Skema semacam ini menjadi bagian dari upaya menjaga dampak ekonomi tetap terasa setelah acara selesai.
Kostum Stupa hingga Senam Massal Meriahkan Rute 5 Kilometer
Selain lari santai, kegiatan diisi senam massal, kompetisi kostum, pengundian hadiah, dan pertunjukan musik. Sejumlah pelari mencuri perhatian lewat kreativitas kostum mereka. Ada peserta yang rela memikul kostum stupa dan miniatur candi selama menempuh rute 5 kilometer, sebuah atraksi yang membuat suasana makin semarak.
Atribut bernuansa candi itu seolah menegaskan benang merah acara dengan ikon Borobudur. Bagi banyak peserta, momen tersebut jadi cara menyenangkan untuk merayakan olahraga tanpa tekanan catatan waktu. Antara Jateng menulis sebanyak 1.100 orang pelari meramaikan Bank Jateng Friendship Run di Kota Semarang, Minggu, untuk menyambut gelaran Borobudur Marathon 2026. Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi dan Sekretaris Daerah Provinsi Jawa Tengah turut hadir dalam kegiatan tersebut.
Semangat serupa terlihat pada sejumlah event sehat di Semarang yang mengedepankan partisipasi warga, seperti kegiatan olahraga anak muda di Semarang yang menjadikan atlet lokal sebagai panutan. Pola yang sama juga tampak pada Ambarawa Heritage Fun Walk 2026 yang menyedot ribuan peserta. Ajang semacam ini memperlihatkan bahwa kegiatan lari dan jalan sehat kian jadi pilihan rekreasi keluarga di Jawa Tengah.
Dari sisi penyelenggaraan, Bank Jateng Friendship Run menjadi tolok ukur kesiapan menjelang Borobudur Marathon 2026. Jarak 5 kilometer membuat peserta bisa menikmati suasana kota tanpa beban mengejar catatan waktu. Untuk informasi kegiatan lain di Semarang, pembaca bisa menengok liputan kanal berita YukTalk.
Antusiasme yang tinggi pada Bank Jateng Friendship Run memberi gambaran bahwa puncak Satu Dekade Borobudur Marathon 2026 bakal menyedot perhatian lebih besar lagi. Bagi pelari pemula, Friendship Run menjadi langkah awal yang bersahabat sebelum menantang jarak yang lebih jauh di musim kompetisi mendatang. Kehadiran pemerintah daerah dan sponsor utama menegaskan posisi acara ini sebagai rangkaian menuju Borobudur Marathon 2026.
Dikutip dari sumber: bisnis.com | kompas.com | antaranews.com

